Monday, 10 December 2012

Teguran Kecil yang berefek sangat besar..

Sore itu aku tengah terdiam dirumah sambil membaca sebuah buku yang sudah sekian kali ku baca. Yah..karena itulah satu-satunya cara ku untuk menghilangkan berjuta penat dalam hati dan fikiran ku. Dengan membaca, makanya sering kali aku kehabisan bahan bacaan. Mungkin aku sudah hapal dengan semua buku yang berjejer dirak buku dalam kamarku. Karena aku sudah membaca kesekian kali. Terkecuali buku pelajaran..He He He He He..walaupun aku sangat menyukai semua buku bacaan. Entah mengapa buku pelajaran jarang sekali menjadi tumpuan ku. Aku membuka buku pelajaran saat ingin memperlajarinya saja.HhaHha Hha jangan dicontoh ya...!! Pak Arfandi bilang membaca buku itu sangat bagus, degan membaca buku kita bisa mengetahui belahan bumi manapun di dunia ini. Yah..itulah keajaiban membaca buku.

Oh ya, kembali pada sebuah teguran. Entah mengapa sore itu tiba-tiba aku teringat pada sepupu ku Puput Humairoh. Karena itu aku segera mengunjunginya dirumah yang bersebelahan dengan rumah orang tuaku. Maklum masih numpang sama orang tua Hhe Hhe Hhe..setelah asik berbicara tiba-tiba ada satu kalimat yang membuat ku tertegun.
"Pih..!!" iya menatap ku lembut. Ya..begitulah teman-teman disekitar rumahku memanggilku dengan sebutan Pipih, ada juga Pipi biasanya teman SD dan MTs bahkan ada juga yang memanggilku manusia revolusi karena nama ku adalah gabungan dari nama teman-teman ku, RIZKY tri wulandari dan AWALIYAH alviani dan mereka bersatu jadilah FIFI RIZKY AWALIYAH. Heummm adapula yang memanggilku dengan si rumus :P karena M+M = V2 hadoohh.. rumus itu tercipta karena nama kedua orangtuaku yang berawalan huruf M. Dan yang memaggilku dengan sebutan manusia revolusi san si rumus cuma satu orang yaitu si nyebelin irfan kamil. Yahhh,,,dia selalu punya cara untuk membuat ku kesal. Adapula yang memanggilku dengan Vie, Ve. Vew, Pe. Pepe, Liyah, Pipiot, Piyutttt...Dsb tapi aku tak pernah mempermasalahkan hal itu, karena aku tahu semua itu adalah panggilan kesayangan mereka terhadap ku :*

"Belakangan ini Pipih berubah ih" ucapnya.
"Berubah kenapa?" tanya ku sedikit terkejut, tak menyangka dia yang baru duduk kelas 1 SMA dapat berkata seperti itu.
"Dulu Uput seneng deh liat wajah Pipih, cantik!! apa lagi kalu udah senyum, manis ..." ucapnya, dan aku masih tertegun dibuatnya.
"Tapi sekarang, wajah Pipih tuh kaya yang kehilangan cahaya, tanpa ekspresi dan lebih kearah jutek!! jadi jelek, serem....kenapa si Pih?" tanyanya, sedikit terdengar rona ketakutan di wajahnya. Takut dengan ekspresi ku begitu mendengar ucapannya dan dianggap tidak sopan karena memang usia kami terpaut lumayan jauh. Aku terdiam sejenak, dan kemudian tertawa. He He He cara ampuh untuk menutupi kegugupan adalah dengan tertawa yang sekuat-kuatnya. Bisa dibilang terbahak-bahak. Huahahahhaahah :'

Aku tak menjawab pertanyaan itu, tapi aku menjawabnya dalam hati ku. Hati ku berkata "Uput sayang, suatu saat nanti saat usia mu sudah kian bertambah kamu akan tahu apa yang ku rasakan saat ini. Berjuta gejolak ada dalam hati kecil ku. Marah, benci, iri, dengki, cinta, sayang, kecewa, lelah, keputusasaan mereka berkumpul menjadi satu hendak meluluhlantakan pondasi istiqomah ku. Dan kamu tahu aku hanya manusia biasa yang tidak sempurna. Tidak semua pertaruangan itu keluar sebagai pemenang. Dan mungkin saat kau lihat wajah ku menyeramkan aku tengah kalah dibuatnya." sedikit berkaca-kaca aku menatapnya. Ia memelukku hangat seolah mengerti apa yang hati ku ucapkan lewat tatapan mataku.

Bagaimana aku tidak menangis? Teguran itu mengingatkan ku betapa aku menjadi hamba yang kufur selama ini. Hamba yang tidak pandai mensyukuri setiap kenikmatan yang telah Allah berikan. Aku hanya bisa meminta lebih dan lebih. Dan saat permintaan ku tak dikabulkan aku kecewa. Aku marah pada diriku dan kenyataan yang memaksa ku terjebak dalam keadaan yang sulit.

Tiba-tiba semua masalah dalam fikiranku beterbangan di atas kepala ku. Keinginan ku untuk pindah kerja, kewajibanku membayar semesteran, keinginan ku untuk bisa membeli ini dan itu dalam list kebutuhan urgent ku, ibuku yang terlalu sayang padaku hingga tiap hari tiap waktu memberi ku nasehat yang berlebihan, Ayahku yang tak seberwibawa dulu hingga adik laki-laki ku selalu melanggar apa yang ayahku katakan, asap rokok yang selalu memenuhi udara rumahku yang sempit, pengap, aku butuh udara segar, aku butuh ruang lapang, aku butuh ketenangan dan semua itu mustahil kudapatkan dirumah ku. Terlebih lagi dengan luka hati yang kian dalam menggerogoti hati ku. Aku pernah bicara pada Allah, hidupku sulit, hidup ku tak semulus orang lain, hidup ku penuh dengan kerja keras dan perjuangan. Lingkungan yang selalu memaksaku, keluarga yang tak pernah mendukungku setidak please...buat lancar cinta ku. Tapi apa yang terjadi, Allah menitipkan rasa cinta pada dia yang tidak mencintaiku. Apakah ini yang dinamakan hidup?

Aku semakin terisak, mengetahui diluar kesadaran ku telah membuat  orang lain tak nyaman dengan keadaan ku. Karena kebodohanku dalam bersyukur. Ya Allah..
Aku paham betul,kau tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambanya,..
Aku tahu betul bahwa tak ada cinta yang abadi di dunia ini...

Mungkin aku tak akan mendapatkan semua itu didunia, tapi aku yakin mendapatkan diakhirat..
jadikanlah aku sebagai hamba Mu, yang selalu istiqomah dan berjuang dijalan Mu...amien..

Hamba Mu,
Fifi Rizky Awaliyah

Sunday, 2 December 2012

Saat nya mengambil langkah KECIL untuk perubahan BESAR

Senin, 03 Desember 2012 at Finance Office of PT. Wisu Varia Analitika

Pagi ini, bangun dalam keadaan yang gak nyaman. Kekhatiran pertama adalah teringat akan kejadian semalam, saat kantuk tengah menggelayuti mata ku teman karib ku menghubungi ku via telp namanya Wahyono. Dalam sayup-sayup ditengah gelayuti rasa kantuk ia mencerikan tentang beberapa pengalaman percintaannya. Dan jujur aku tak sadar apa yang ku katakan padanya, dan aku sangat menyesal saat itu. Rasa kantuk menggelayuti mataku tak kuasa memulihkan kembali kesadaran ku. HadoOohh...harus cepat-cepat menghubunginya kembali dan meminta maaf atas itu. Yang kedua adalah masalah resign yang masih digantungin sama atasan. Hahahahaa..ternyata gak cuma dalam percintaan ajah ya, ada istilah gantung menggantung bahkan dalam resign dari perusahaan pun masih digantung. Dan jujur aku sempat kelimpungan juga bila setelah resign belum mendapatkan pekerjaan baru. yah..aku berbeda dengan semuanya. Aku menggantungkan nasip pendidikan ku di Universitas Pancasila pada penghasilan ku bekerja sebagai admin dan finance di PT. Wisuka. Dan yang paling memberatkan ku adalah, problematika ku dengan sahabat karibku ShinyoOo. Nampaknya dia masih marah, sangat marah. Aku bingung, bila aku menghubunginya duluan aku khawatir ia semakin salah paham. Tapi bila di antara kami tak ada yang mau mengalah habislah sudah. Pesahabatan yang telah dibina sekian tahun akan kandas saat ini juga. Makanya jadi galau, apa yang harus aku lakukan, akan kah aku menunggunya menghubungi ku? ataukah aku menghubunginya duluan? bila melihat dari sisi sahabat tentu lebih baik menghubunginya duluan, tapi aku pun khawatir ia masih mempermasalahkan problematika kehilafan ku dua hari lalu. HadoOoohh.......masalah ababil nih..please deh.


Jam 11.30 WIB
Aku diminta menghadap pada atasan ku dan komisaris dari Wisuka. Ibu Endah Widiyanti, dia menanyakan bagaimana posisiku dikantor itu. Dan sungguh tak ku percaya, dia menangis. Heuumm....
Bertambah lah galau ku.
Seharusnya ini jadi hari terakhirku menjabat sebagai admin dan finance.
Tapi,
Ku kaatakan pada Bu Endah, aku akan mempertimbangkannya kembali,

:'(


hilaf yang sangat fatal....

Assalamu a'laikum..

Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 18.43 WIB sudah magrib dan saya masih berada diwarnet twins samping SMKYPP. Saya pribadi menyebut warnet ini dengan sebutan warnet cinta *ehhh itu ada sejarahnya loh. Dahulu kala saat masih sekolah di Aliyah dan masih terhanyut dengan aktifitas pacaran. Saya pernah datang ke warnet itu bersama sahabat yang kini telah menjadi mantan Irfan Kamil. Hhhaahahah iya menyatakan cintanya saat kami tengah berada diwarnet ini. Heummm nostal gila deh..udah ah. Jadi sore ini saya masih ada diwarnet karena mengerjakan proyek bersama sahabat saya Andi Muhamad Yasin, dikarenakan si lapti  lagi cuti berkepanjangan alias rusak :'(...huhuhuhu rindu berat sama kamu lapti..:*
dan berhubung saya sedang PMS heheheh..jadi enjoy ajjah deh magriban di warnet.

Berkaitan dengan hilaf yang sangat fatal...
Malam lalu adalah malam terberat yang harus saya lalui, mengapa? 
Percaya atau enggak semalam saya dan sahabat saya yang akrab saya panggil ShinyoOo, atau kalau lagi gila Yaya atau kalo lagi maen ledek-ledekan aya maraha :"((((((((((((((((((((((((((((((((
Dia marah dahsyat. Sebenarnya bukan yang pertama kalinya, persahabatan kami memang banyak godaannya. tapi kalau dilihat-lihat baru kali inilah dy sekasar itu..

ada beberapa penggal kalimatnya yang begitu terekam dalam memori.
Yahh.itu semua salah saya,.
heummmmmmmm................galaunya sampe sekarang gak ilang-ilang.

dan sampe saat ini dy belum menghubungi saya ya Allah...sampaikan maaf ku pada nya :"((((((((((((((



iam so sorry shinyoOo :*  

Tuesday, 27 November 2012

I miss you..

heumm .... you know how much I missed you today. And you know what you miss is the thing I most want to avoid every day. I do not want to remember you. Because every time I miss you, I knew that I could never have you. I know I'm not the best for you. So many differences that lie between us. Position, Seat, Degree maybe that is especially striking among us. And I will realize that I am nothing to you. Misses you will only hurt it. Killing this spirit. I'll never eager to live without you. And fate accompanied with a million differences that would not make me as my priest. But, you also misses the most I can not avoid. And here lies my helplessness. And I admit this is all my fault, I was too stupid for falling in love with you.

Wednesday, 21 November 2012

Entah lah..

Sudah lama sekali rasanya jari jemari ini tidak menyentuh tiap tuts diatas keyboard untuk menorehkan seuntai kata disini. Bisa dibilang mungkin kini aku merasa rindu. Heumm.....tarik nafas sekuat-kuatnya aku ingin menceritakan sebuah kejadian yang sangat aneh. Padahal aku selalu berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukan hal itu. Untuk tidak menyentuhnya sedikitpun, bahkan meliriknyapun JANGAN !! tapi tau kah kalian saat ini aku tengah terjebak didalamnya. Meski sudah kucari tak pula kutemukan walau hanya retakan kecil yang bisa membawa ku keluar. Ia terus menarik ku, memaksa ku masuk kian dalam. Mau taukah kalian teman benda apa yang tengah memenjarakan diriku, hatiku, jiwaku? Tak satupun yang tau? yah...sebutlah benda mematikan itu bernama cinta dan kita harus sangat waspada terhadapnya. 

Sayangnya aku bukanlah nabi yang sempurna. Aku bukanlah mailaikat yang tiada mempunyai hawa nafsu. Aku hanya seorang Fifi Rizky Awaliyah, manusia biasa, rapuh, sering khilaf, dan tak pernah bisa luput dari nafsu. Bahkan ayahku sering kali berkata jihad sesungguh untuk manusia pada zaman sekarang adalah jihad berperang melawan hawa nafsunya sendiri, bukan mengangkat senjata dan berkata kafir pada sesamanya. Aku rasa itu betul sekali, karena kenyataannya jihad melawan hawa nafsu itu sangat sulit. 

Kembali ke topik, sebenernya yah ceman-ceman aku itu udah terperangkap dalam penjara ini sejak 4 tahun yang lalu. Lama banget yah? sampe capek rasanya berlari kesetiap sudut menerka setiap penjuru, melangkah jauh diatas hamparan kesedihan demi mencari jalan keluar dari semua ini. Aku memang tak pernah mengakui semua yang ku rasakan ini cinta. Please deh, ini memang bukan cinta. Ini semua hanya sebuah fantasi sesaat yang mungkin didominasi oleh rasa kagum yang berlebihan. Jadi aku tak pernah menghiraukan setitik perasaan ini dihatiku. Tanpa ku sadari semakin semakin hari semakin dekat semakin pula rasa ini kian membesar. Tapi aku tetap tak mau mengakui semua yang kurasakan ini adalah perasaan yang dikatakan sebagai cinta. 

Hingga suatu hari aku mengetahui sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Kabar bahwa dia kembali menyatakan cintanya pada seorang wanita yang sudah lama ia cintai. Dan kebetulan aku mengenal baik wanita itu, sangat baik. Seharusnya aku bahagia, seharusnya aku bergembira dan merayakan keberhasilan dia mengeluarkan tiga kata itu. Tapi... Semua itu bagai ujung pedang yang menghunus tajam jantungku seketika. Sesak, Sakit, Perih, entahlah...semua yang kurasakan sangat jauh dari kata bahagia saat itu. Hingga aku tak bisa menahan air mataku yang mulai berjatuhan. Aku tak kuasa melakukan apapun. Menentang hubungan itupun tak mungkin. Menghilang dari dunia ini pun tak mungkin. Lalu..apa yang bisa ku lakukan? Nothing !!! aku hanya terdiam terbalut dalam ribuan luka batin yang kian meggerogoti hati ku setiap waktu. 

Aku selalu berusaha mencari aksen bicara bahagia ketika ia menceritakan kisah indah itu, merubah menjadi mimik kebahagiaan kala bertemu dengannya. Aku tak ingin ada pihak lain yang terluka selain aku. Aku tak ingin, terlebih lagi dia adalah sahabat baik ku. Itu tidak mungkin !! Rasanya aku memang harus membiasakan diri dengan kejadian seperti ini. Peristiwa dimana dia telah bertemu dengan kekasih hatinya. Harusnya aku sudah terbiasa, karena ini bukanlah hal yang pertama kali ku alami. Dia selalu menemukan pujaan hatinya, dan tentu saja mereka bukanlah aku. Dari sisi gelap hatiku, aku cukup tahu diri untuk memaklumi semua itu. Mereka cantik, tak ada kekurangan dalam diri mereka. Jauh sekali bila dibandingkan dengan diriku yang bisa dibilang nothing alias gak punya kelebihan sama sekali. Jadi aku harus tau diri dengan keadaan ku, dengan semua kekurangan ku. Dan dia patut mendapatkan pendamping yang jauh lebih sempurna dari seorang Fifi Rizky Awaliyah. Aku tahu semua itu akan menyakitiku, menggerogoti jantungku, tapi inilah resiko dari kelalaian ku yang tak pandai waspada pada virus-virus cinta yang berkeliaran. Setelah berminggu-minggu berlalu sejak hari itu aku mulai merasakan sesuatu yang aneh. Meski aku tetap tak ingin mengakui ini adalah cinta. Tapi tak bisa berdusta bahwa hati kecil ini begitu mencintainya.

Oh..ya, Sebelumnya tidak ada yang salah dengan cinta, tidak ada yang salah dengan jatuh cinta. Terkadang Objek cinta itulah yang membuat cinta terlihat salah. Dan aku tak ingin menjadi salah satu dari ojeb cinta yang tak bisa mengendalikan cintanya. Cinta memang identik dengan aktifitas pacaran. Dan mungkin karena itu pula Allah menjadikan cinta ku ini bertepuk sebelah tangan. Karena Allah ingin mejaga diriku dari aktifitas pacaran yang lebih banyak mudharatnya. Dan mungkin bila dia pun mencintaiku aku tak akan bisa mengelak dari aktifitas pacaran itu. Bila melihat sedalam apa aku mencintai, setulus apa aku menyayangi dan sejauh mana aku ingin memilikinya. Tidak ada pacaran dalam islam. Kalimat itu cukup ampuh untuk meredam rasa sedih akibat luka dihatiku. 

Karena itu hingga saat ini, aku belum menemukan jalan untuk keluar dari luka ini. Dan memang tak ada yang bisa kulakukan untuk keluar dari belenggu ini. Hingga kuputuskan menyerahkannya kepada sang pencipta Allah SWT. Meski dengan derai air mata, aku tak pernah jemu, tak akan merasa bosan, tak akan pernah lelah untuk bermunajat pada Nya. Tentang sebuah perasaan yang telah Ia titipkan dihati kecilku. Tak pernah ada sungkan untuk meminta dia sebagai jodoh ku, imam ku, pembimbing ku, pemimpinku. Tapi tak akan pasrah bila ternyata dia bukanlah jodohku. Aku percaya Allah akan mengutus yang lebih pantas untuk ku. Dengan semua keadaan ku dan kekurangan ku. Dan Dia pun akan membuat aku mempunyai rasa cinta yang jauh lebih besar pada jodoh ku nanti. 

Tapi aku tak akan pernah berhenti untuk mencintainya,
Biarkan hati kecilku dan Sang Pencinta hati ini yang tahu bagaimana cara ku mencintainya...
karena sesungguhnya..
Aku Mencintainya Karena Allah [ ] 


Monday, 24 September 2012

ya Allah salahkah diri ini?

                                                            ya Allah aku tak pernah memohon untuk mencintainya..
aku pun tak pernah meminta hati ini untuk terpaku padanya..
aku pula tak ingin hati ini sakit karenanya..
aku tak ingin raga ini rapuh dibuatnya..
aku tak mau fikir ini buntu olehnya..

ya Allah aku tak ingin kecintaan ku padanya melebihi kecintaan ku pada Mu dan Rasul Mu..
aku tak ingin kerinduanku padanya melebihi kerinduanku pada Mu dan Rasul Mu..
aku tak ingin memujanya melebihi aku memuja Mu dan Rasul Mu..



ya Allah ..
hapuslah semua rasa ini..
hilangkanlah semua getar ini..
musnahkan semua detak ini...

jangan biarkan cinta ini merusak segalanya..
merusak ukhuwah yang sudah kutuai selama delapan tahun..
merusak tali itu...

bila memang tak bisa hilang, haruskan ku hilangkan nyawaku untuk menghilangkan semua getar ini ya Allah?
Engkau yang Maha tau atas segalanya di alam semesta ini.

Friday, 13 July 2012

JOMBLO itu pilihan..

Allah maha mendengar..
Allah maha melihat..
Allah maha bijaksana..
Dan Allah maha segala-galanya..

Yang telah menciptakan bumi dan seisinya...
Menciptakan berbagai makhluk hidup..
Menciptakan akal untuk berfikir.,,
Dan menciptakan Hati untuk merasa..

Bukan salah ku bila Allah menitipkan rasa cinta yang kian begitu besar dihatiku..
Bukan salah ku pula bila rasa itu semakin hari semakin bertambah...
Bukan salah ku pula bila aku tak mampu untuk menampungnya..

Tapi salah ku bila cinta ini menjadikan ku seorang hamba yang lalai..
Salahku bila akhirnya diri ini diperbudak diriku..
Salahku bila cinta menggelincirkan ku pada kemaksiatan...

Aku teringat dengan perbincangan ku dengan salah satu teman sejawat beberapa hari lalu, perbincangan itu sangat menarik tetapi basi menurutku. Berawal ketika aku tengah bercengkrama dengan salah satu temanku, panggillah dia Nita (nama disamarkan). Aku mendengarkan dia yang tengah menceritakan tentang kisah cintanya yang tertabur bunga mawar dan beraoma kasturi. Begitu indah. Akupun bahagia mengetahui ia merasakan kebahagiaan yang menurutnya sangat membahagiakan itu. Hingga akhirnya aku tercekat saat ia menanyakan "Mana pacar kamu? kayanya dari dulu kemana-mana sendiri terus nih." mendapat pertanyaan seperti itu aku hanya mesem-mesem dibuatnya. Menyadari responku yang tidak mengiyakan atau sebaliknya ia kembali bertanya "Tapi gebetan punya kan?" aku kembali tersenyum kali ini ku pamerkan sebaris gigiku. Ia terperangah "Kamu itu cantik, masa gak laku? jadi cewek itu jangan pilih-pilih entar jadi perawan tua loh" masya Allah...aku semakin tergelitik.


Selama perjalanan hidup ku tak hanya satu atau dua orang yang menanyakan seperti itu. Apalagi teman kampus, mereka akan sangat terkejut ketika tahu aku mempunyai gelar JOMBLO. Ada yang salah gitu sama si jomblo?, dan yang lebih parah lagi. Sempat ada yang mengatakan aku tidak normal. Alias suka sesama jenis. Astagfirullah....#ngelus dada. Sebenarnya aku pun pernah menghayalkan mempunyai seorang kekasih, saling merajut kasih, bercengkrama, bahagia dan bla bla bla. Dan tak jarang akupun dibuat galau olehnya hihihhhiiiiiiiiee. Tapi Alhamdulillah Allah memberikan ku seorang sahabat yang luarbiasa panggil dia Pipit Jayanti. Setiap kali badai itu datang menerjang, ia selalu menghalau badai itu. Yahh...keep istiqomah. Keep ukhuwah...Love you cause Allah honey pit :'-D

Kamu tau? Jomblo itu bukan nasib, tapi Jomblo itu pilihan...
Disaat sebagian teman-teman yang lain sangat histeris ketika mendapatkan gelar Jomblo tapi aku memilih gelar itu dengan keteguhan hati ku. Dan perlu kamu tahu untuk mempertahankan gelar itu jauh lebih berat ketimbang berjuang untuk lekas-lekas melepaskannya. kesulitannya bisa dibilang seribu kali lipat. Kamu tahu mengapa?. Selama dua puluh tahun hidup di dunia, aku sendiri tidak munafik acap kali Allah menitipkan rasa cinta dihatiku. Cinta yang begitu besar dan menggebu. Cinta yang diperuntukan untuk seorang ikhwan. Dan tak mangkir aku sangat ingin memilikinya. Selalu dekat dengannya, mendengarkan sejuta kisah perjalanan hidupnya. Jiiakkhhh.....bangun vie...lanjut!!!_Dan menekan hasrat yang begitu besar itu membutuhkan seluruh jiwa yang tulus, batin yang ikhlas dan semuanya.

Ditambah lagi, banyak cowok tengil yang mengobral cintanya sana sini. Terkena rayuannya sedikit bisa buyarr semuanya. Bukan rahasia umum bila cowok senang menggoda dan cewek sangat mudah tergoda. Dan perjuangan untuk tidak tergoda itu sungguh bukan main.

Dan yang paling berat saat dihadapkan dengan dia yang ingin sekali hati ini menjadi pelabuhan cinta untuknya. Tak mudah menahan hati yang bergejolak. Tak mudah menutupi luapan rasa. dan semua itu butuh perjuangan.

Belum lagi akupun pernah terlibat hubungan yang mengatas namakan cinta. Lebih tepatnya kisah cinta semu diluar jalan yang halal. Memang sangat membahagiakan awalnya, dunia bagaikan milik berdua dan semuanya cuma ngontrak ajjah.ahaaahaaaaaa#kiranya punya nenek moyangnya x. Tapi saat cinta itu tidak lagi sejalan. Saat cinta itu menemukan cintanya yang lebih indah. Saat cinta itu harus diakhiri. Seakan duniapun akan berakhir. Setiap saat menantikan kedatangan sang malaikan izrail. hadeuuhh...ampun dehhh gak mau lagi kaya gitu...

Lalu Apakah masih mau memilih kisah cinta yang semu dan bersifat sementara, gak halal pula??????
Gak perlu malu dengan gelar mu itu mblo....(^-^) 9 semangat..





Rangkuman Debat Pertama Capres 2024

Anies Baswedan Visi dan Misi 1.        Menempatakan hukum sebagai rujukan utama untuk memastikan hadirnya rasa keadilan memberikan keber...