Friday, 30 October 2026

Bukan Evaluasi Kerja, Ini Eksekusi Publik: Drama Politik Kantor Berkedok Meeting Koordinasi


Ruang meeting lantai itu mendadak sesak. Di deretan kursi depan, duduk Kepala Divisi bersama dua orang kepercayaannya. Di sisi lain, ada rekan-rekan Accounting dari level staf sampai manajer dan ada pula tim Payable yang sebenarnya tidak ada urusan sama sekali. 

Total puluhan pasang mata terkumpul di satu ruangan.

Bagi orang luar, ini mungkin terlihat seperti rapat koordinasi skala besar di holding company tempat saya mengelola beberapa entitas perusahaan. Namun bagi saya sebagai tim Finance AR (Accounts Receivable), ruangan itu sudah disulap menjadi panggung eksekusi publik.

Semua bermula beberapa hari sebelumnya. Selepas makan siang, suasana ruangan Finance masih cukup lengang. Dari kejauhan, saya melihat seorang rekan kerja wanita—tipe orang yang selalu ramah di depan atasan tapi punya radar tajam mencari celah kesalahan orang lain—sedang duduk berbisik intens dengan sang Kepala Divisi. Saya memilih tidak menyela dan langsung larut dalam perkerjaan.

Sorenya, sebuah undangan kalender masuk: Meeting Pembahasan Uang Masuk Belum Teridentifikasi (Unidentified Deposit).

Yang membuat dahi saya berkerut bukan agendanya, melainkan daftar pesertanya. Mengapa staf payable, hingga petinggi Divisi perlu hadir untuk membahas rekonsiliasi teknis satu fungsi?

Bagi orang finance, rekening koran yang memuat dana misterius adalah makanan sehari-hari. Penyebabnya beragam:

  1. Kelalaian Tim Marketing/Sales: Uang dari klien sudah masuk berbulan-bulan lalu, tapi orang marketing tak kunjung membuat request invoice meski sudah ditagih dari cara halus, tegas, sampai debat urat leher. (Ironisnya, saat tim kami ditekan soal ini, orang yang bersangkutan sedang asyik ikut outing kantor).

  2. Mutasi Vendor & Transaksi Online: Ada setoran vendor atau penjualan platform e-commerce yang alur verifikasinya melibatkan Finance AP, bukan semata-mata tanggung jawab AR.

Hari H tiba. Rekan wanita tersebut berdiri dengan presentasi yang rapi. Suaranya lantang dan percaya diri saat menyebut kata kuncinya: tim Finance AR dinilai "GAGAL" mengidentifikasi uang masuk.

Ruangan mendadak hening.

Secara teknis, solusinya masuk akal. Kebijakan baru yang dia tawarkan agar semua pihak ter-update secara berkala pun sangat bisa kami kerjakan. Kami bukan tim yang anti-kritik, alergi feedback, apalagi menolak perbaikan alur kerja.

Masalahnya bukan pada APA yang dia sampaikan, melainkan BAGAIMANA CARA dan PANGGUNG yang dia pilih.

Jika niatnya murni koordinasi operasional, masalah ini bisa selesai lewat pesan singkat, panggilan internal 15 menit, atau pertemuan tertutup antar PIC terkait.

Namun mengumpulkan puluhan orang—termasuk petinggi divisi dan orang-orang yang tidak relevan—bukanlah upaya efisiensi. Itu adalah corporate performance art. Tujuannya sederhana:

mempermalukan satu tim di depan publik, mencap kami lalai, sambil memoles citra dirinya sendiri sebagai "penyelamat sistem" di mata manajemen.

Prinsip manajemen modern selalu bilang: Praise in public, criticize in private. Tapi di dunia kerja nyata, sebagian orang memilih membakar rumah tetangga hanya agar obor di tangannya terlihat paling terang.

Bekerja dengan beban beberapa entitas mungkin menguras tenaga. Tapi menghadapi manuver politik rendahan seperti ini? Itulah yang perlahan menggerogoti mental health.


Di kantor kalian, pernah ada rekan kerja yang hobi bikin meeting besar cuma untuk "menelanjangi" kesalahan divisi lain demi cari muka ke atasan?

Menurut kalian, apakah wajar membawa masalah teknis ke panggung sebesar itu, atau ini murni politik kantor yang toksik? Tulis pengalaman kalian di bawah yaaa... 


#DuniaKerja #BudayaKantor #CorporateLife #DramaKantor #CurhatPekerja
#ToxicWorkplace #PolitikKantor #PublicShaming #MentalHealthKerja #QuietQuitting
#AnakFinance #AccountingLife #BudakKorporat #PekerjaKantoran

Tuesday, 12 December 2023

Rangkuman Debat Pertama Capres 2024

Anies Baswedan

Visi dan Misi

1.       Menempatakan hukum sebagai rujukan utama untuk memastikan hadirnya rasa keadilan memberikan kebermanfaatan dan memberikan kepastian kepada semua. Yang harus dipegang teguh oleh pemegang kekuasaan baik yang dipuncak dan seluruh jajaran.

2.       Mengembalikan Tatanan menyelenggarakan pemerintahan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang kita pegang, kekuasaan diatur oleh hukum yang tegak lurus dan tidak bengkok dan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas tidak pandang bulu termasuk asn dan polri.

 

Prabowo Subianto

Visi dan Misi

1.       Menempatkan Hukum, Ham, perbaikan pelayanan pemerintah, pemberantasan korupsi, perlindungan terhadap semua kelompok di Masyarakat, sebagai sesuatu yang sangat penting. Hal ini menjadi prioritas utama dalam rangka membela UUD 45 dan Pacasila.

2.       Hukum dan kedaulatan rakyat untuk membela demokrasi dan ham. Memperbaiki apa yang perlu di perbaiki, tegakan apa yang perlu di tegakan.

3.       Memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya


Ganjar Pranowo
Visi dan Misi

1.       Mengerahkan satu desa satu puskemas atau satu posko dengan satu nakes yang ada.

2.       Memberikan Insentif kepada guru-guru, termasuk guru agama. Agar mereka dapat mengajarkan budi pekerti yang luhur.

3.       Memberikan Internet gratis untuk semua siswa yang bersekolah di Indonesia

4.       Meciptakan Pemerintahan yang bersih, akomodatif dan serius menyikat korupsi

 

Tanya – Jawab :

1.       Tema

2.       Tema HAM (Prabowo)

Beberapa tahun terakhir tren kekerasan meningkat di Papua sementara masalah keadilan dan ham masih belum terselesaikan sehingga konflik terus berlanjut. Apa strategi yang anda laksanakan untuk menyelesaikan masalah ham dan konflik di papua ?
Jawab : Masalah papua adalah rumit karena disitu terjadi suatu gerakan separatism dan Gerakan separatism ini kita sudah ikuti cukup lama kita melihat ada campur tangan asing disitu dan kita melihat kekuatan2 tertentu selalu ingin Indonesia disintegrasi dan pecah untuk itu memang masalah ham menjadi sesuatu yang harus kita utamakan diantaranya juga harus kita lindungi seluruh Masyarakat Papua, Sekarang teroris menyerang Masyarakat papua, Wanita yang tidak berdosa di terror oleh kelompok separatis ini.

 

Jadi rencana saya adalah pertama tentunya menegakan hukum, memperkuat aparat yang ada di papua dan mempercepat Pembangunan ekonomi dan presiden Jokowi adalah presiden yang paling banyak ke papua paling banyak lebih dari 19x ke papua dan peningkatan pertumbuhan ekonomi dibawah pemerntah pak Jokowi yang paling pesat dan yang paling tinggi selama Sejarah RI. Maka sy akan lanjutkan membawa kemajuan ekonomi sosial dan services yang tebaik untuk Masyarakat papua melindungi Masyarakat papua dari keganasan kelomok separatis dan teroris dan menjamin penegakan ham.

Tanggapan Ganjar : tidak cukup, dialog sesuatu yang penting. Apakah bapak setuju dengan model diaog yang saya tawarkan itu?  

Jawab Prabowo : Saya setuju

 

Tanggapan Anis : masalahnya bukan kekerakan karena kita bicara kekerasan di Jakarta aja da 3 pandangan ada yang menganggap terorris, separatis, criminal. Apa masalahnya? Tiadanya keadilan di tanah papua. Jadi bukan semata-mata meniadakan kekerasan karena damai itu bukan tiada kekerasan tapi ada keadilan. Caranya gmn?

-          Atas semua peristiwa pelanggaran ham yg terjadi dilakukan Tindakan penyelesaian hingga tuntas.

-          Semua yang bekerja di papua memahami bahwa yang harus dilakukan bukan tidak ada kekerasan tapi keadlian.

-          Melakukan dialog secara coopartisipatif

Respon Prabowo :

 

 

 

3.       Tema



Saturday, 9 December 2023

Maapin adek bang

 Adek pikir dengan banyaknya rasa sakit yang sudah adek lewati, adek bisa lebih dewasa dalam mengelola emosi, kepada siapa, kapan dan kadar emosi itu sendiri. Tapi ternyata salah, adek masih jauh dari itu. 

Adek cinta abang, 
Tapi seharusnya cinta itu tidak menuntut
Cinta itu tidak mengenal rasa sakit
Lalu apa yang adek rasain sekarang? apakah bukan cinta?

Satu yang adek tau pasti, adek sedih bukan kepalang saat abang jauh

Bila maaf gak bisa bisa memperbaiki semua ini. Apakah ada cara "lain" untuk memperbaikinya bang?

Friday, 1 December 2023

Relativitas Waktu dan Konsep Jodoh

 

Apa hubungan relativitas waktu dan Konsep Jodoh?

Apakah dengan semakin lama mengenal seseorang dpt dipastikan orang itu adalah “Jodoh”?

Einstein percaya bahwa ruang dan waktu tidaklah ajeg, melainkan merupakan fenomena yang fleksibel, relatif, dan dinamis seperti proses alam semesta lainnya.

 Sederhananya, melalui teori ini menjelaskan bahwa hukum fisika akan selalu sama dan konstan di mana pun. Namun sesuatu yang terjadi pada ruang dan waktulah yang membuatnya berbeda.

Melalui pandangan yang berbeda akan menghasilkan ruang dan waktu kejadian secara berbeda pula. Semua hal tersebut sifatnya relatif.

Ruang dan waktu terjalin menjadi sebuah kontinum tunggal yang dikenal sebagai ruang-waktu (spacetime). Peristiwa yang terjadi pada saat yang sama untuk satu pengamat dapat terjadi pada waktu yang berbeda untuk yang lain.

Ruang-waktu bukanlah sesuatu yang biasa kita bicarakan seperti atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang dan terpisah dari waktu. Menurut teori ini, ruang-waktu nyatanya bukan hal yang terpisahkan. -CNN Indonesia

Menurut Dedy Susanto Doktor Psikologi. Trainer Soul Healing. Penulis buku-buku Psikologi best seller tahun 2010-2019 di Gramedia. Tanda-tanda bahwa dia jodoh adalah :
Dia yang terhadap segala kekurangan dan kelemahan kita dia bisa terima dan Ikhlas. Dan dalam kondisi terendahnya dia menghadapi kekurangan dan kelemahan kita dia enggak apa-apa begitupun sebaliknya kita terhadap kekurangan dan kelemahan dia meski dalam kondisi terendah kita, kita enggak apa-apa. Karena kita harus realistis bahwa cinta itu bisa pudar.
Cinta itu ada 3 Jenis :

1. Cinta Eros, yaitu bentuk cinta pertama dari manusia. Di mana ada romansa, asmara dan seksualitas. Cinta eros ini bisa seiring berjalannya waktu bisa hilang. Berganti dengan Cinta Philia.

2. Cinta Philia, yaitu jenis cinta yang dimiliki oleh dua orang yang bersahabat, sering juga dikenal dengan sebutan cinta platonic. Cinta ini bukanlah merupakan cinta yang dilandasi oleh hawa nafsu karena didasarkan pada persahabatan, kepercayaan dan ketergantungan. Merasa kalau pasangan adalah bagian dari hidup kita tidak ada kekerasan dan perkelahian.

3. Cinta Agape, yaitu ekspresi cinta yang diungkapkan kepada Tuhan, alam, orang asing atau mengenai suatu hal yang spiritual, dan merupakan sumber – sumber dari tindakan yang altruistic. Tulus tanpa syarat.

Berhubung cinta Eros sudah hilang, nanti akan ketahuan asliya, dia itu bisa menerima semua kekurangan/kelemahan kita gak? Hal ini bisa terdeteksi dari skrg. Lihat Bagaimana dia memperlakukan orang lain *selengkapnya di youtube beliau ya

Untuk mengenal seseorang memang butuh waktu, tapi berapa lama yang dibutuhkan itu tergantung kualitas hubungan dan apakah sudah saling yakin bahwa "dalam kondisi terendah/terlemah/terhampa dia terhadap kekurangan kita itu gpp dan begitupun dalam kondisi terendah/terlemah/terhampa kita terhadap kekurangan kita itu gpp"

dan dalam agam islam pun sudah dijelaskan :
Q.S. Al-Kahfi ayat 25 "Allah memberikan penjelasan bahwa tidak ada waktu yang pasti (absolut) yaitu berbeda disetiap keadaan"

Q.S. At Talaq ayat 3 "Allah memberikan rizeki dari arah yang tidak disangka-sangka"

Q.S An-Nur Ayat 32 “Menikahlah, jika kamu miskin maka akan Allah cukupkan”

lalu? bagaimana Konsep Jodoh menurut kamu ?
Masih percaya bahwa semakin lama mengenal seseorang menjadi jaminan bahwa dia adalah jodoh kamu?
Sesimple kalau gak tidak bisa memudahkan urusan orang lain, seenggaknya jangan menyusahkan urusan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Memudahkan.

Thursday, 15 June 2023

Please jangan bilang ke orangnya, off the record ! ok????

Malam ini adalah H-3 dari acara lunch bareng antara keluarga gue dan keluarga dia. Yang sebenarnya bisa jadi enggak berarti apa-apa. Ya secara gue pernah ngalamin yang udah nentuin tanggal nikah berkali2 juga bisa gak jadi nikah. Apalagi ini cuma acara lunch bareng yang juga berbarengan sama moment adiknya dia ngenalin keluarga calonnya ke keluarga besar. Bisa dibilang akan rame banget, karena ada budaya Minang, Betawi dan Jawa dalam satu tempat. Demi apapun gue gak bisa berenti overthingking. Otak gak berenti-berenti mikir. Bahkan sampe perkara nanti gue pake kaos kaki apa enggak atau gmn kalau misalnya gue kebelet disana? 


hmmm ok, duh, gmn ya? gini loh, ah auah 

Tuesday, 4 April 2023

Waspada PLANLEKOPENIA SANGAT MEMATIKAN - -

Selamat Jalan Memeng-Memeng kesayangan aku, Selamat rebahan di surga. Sampai ketemu lagi meng [ ]

Semua ini bermula ketika ada induk kucing yang meninggalkan lima anaknya di masjid depan rumah gue. Asumsi gue induknya meninggal, oleh karena itu gue memutusakan untuk take care atas 5 anak bayik kucing yang imut-imut ini. Gak butuh waktu lama, gue udah sayang banget sama mereka. Gue kasi mereka nama : Nuning, Temi, Bader, Jelek, Mumut. Gak cuma gue yang kasi nama tapi nyokap dan adek gue jg ikutan kasi nama. mereka Mulai beraanak pinak hingga muncul lah : Oyeng, Ule, Snow, dll 

Semua itu terjdi begitu cepat. Kek sehari bersin besoknya mati. 

BODO AMAT is "SKILL DEWA" in socializing

 KENAPPPPPPPPPPPPPAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH?

Karena sejak kita bayik, kita udah di tanamkan buat mikirin omongan orang. Sesimple orang tua lu ngasi nama nanya mertua dan orangtua dulu. atau lu milih lakuin sesuatu buat bahagiain ortu, gak potong rambut krn bokap lu gak ngasih, gak ambil jurusan krn ortu lu gak suka. Yes, mikirin apa yang bakal dipikirin orang lain tentang lu. Sampe akhirnya lu hidup dalam lingkaran asumsi orang lain dan lupa diri lu sendiri. 


Bukan Evaluasi Kerja, Ini Eksekusi Publik: Drama Politik Kantor Berkedok Meeting Koordinasi

Ruang meeting lantai itu mendadak sesak. Di deretan kursi depan, duduk Kepala Divisi bersama dua orang kepercayaannya. Di sisi lain, ada...