Wednesday, 21 May 2014

Manajemen Pemasaran

MENGELOLA KOMUNIKASI PRIBADI :
Pemasaran Langsung dan Interaktif, Berita dari Mulut ke Mulut dan Penjualan Personal








DISUSUN OLEH :
1.          Fifi Rizky Awaliyah                                        1212215086
2.          Dwi Ayu Wulandari                                        1212215082
3.          Floniska Fonda Sitanggang                             1213217047
4.          Siti Sarah                                                       1213217049  
5.          Miftahudin                                             1212216175               
6.          Rahmadhani Zahra H Darmawan                    1213210791
7.          Jefrinaldi
DOSEN :
     Drs. Supriadi Thalib, MM


Manajemen Pemasaran
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PANCASILA

2014


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena bimbingan dan penyertaan-Nya, sehingga kelompok kami dapat merampung paper (dalam bentuk rangkuman) ini guna memenuhi tugas yang diberikan Dosen pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Universitas Pancasila. 
Kelompok kami menyadari bahwa tugas ini masih belum sempurna disebabkan karena terbatasnya kemampuan pengetahuan baik teori maupun praktek. Dengan demikian kelompok kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna memperbaiki dan menyempurnakan penulisan paper ini.
Kiranya yang Maha Kuasa tetap menyertai kita sekalian, dengan harapan pula agar karya ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.



                                         Penulis
Jakarta, 17 Mei 2014




 BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang

Saat ini, semakin banyak komunikasi pemasaran yang terjadi sebagai dialog pribadi antara perusahaan dan pelanggannya. Kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat dan perusahaan untuk saling berkomunikasi melalui internet, mesin fax, telepon seluler, penyeranta, dan peralatan nirkabel lainnya. Dengan meningkatkan efektivitas dan efisiensi komunikasi, teknologi baru mendorong perusahaan untuk beralih dari komunikasi massa ke massa dua arah yang lebih terarah. Kini konsumen memainkan peran yang lebih banyak untuk berpartisipasi dalam proses pemasaran.

2.1.         Perumusan Masalah

Dengan melihat kompleksitasnya masalah perekonomian terutama yang berkenaan dengan pemasaran. Di mana Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki banyak potensi di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi dan lebih spesifiknya pemasaran. Sehingga Indonesia mampu bersaing dalam pasar global dengan meningkatkan gairah perekonomian melalui perdagangan dengan manajemen pemasaran. 
Berdasarkan masalah-masalah tersebut, maka penulis merumuskan permasalahan dan pembatasan masalah seputar manajemen pemasaran tepatnya dalam mengelola komunikasi pribadi, dengan permasalahan sebagai berikut :

1.        Apa yang dimaksud dengan pemasaran langsung?
2.        Bagaimana mengelola dan merancang tenaga penjualan?
3.        Apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip Penjualan?


BAB II
PEMBAHASAN
(Mengelola Komunikasi Pribadi : Pemasaran langsung danPemasaran Interaktif, Berita dari Mulut ke Mulut dan Penjualan Personal)

A.      Pemasaran Langsung

1)      Pengertian Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung (Direct Marketing) adalah penggunaan saluran langsung konsumen untuk menjangkau dan mengirimkan barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara pemasaran. Pemasar langsung dapat menggunakan sejumlah saluran untuk menjangkau calon pelanggan dan pelanggan perorangan. Seperti telemarketing, situs web dan lain-lain.
Pemasaran langsung menjadi peluang yang tumbuh pesat untuk melayani pelanggan. Pemasaran langsung semakin kencang menguasai penjualan eceran.

2)      Manfaat Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung dapat menjangkau calon pelanggan pada saat yang tepat dan dibaca oleh calon pelanggan yang lebih memiliki prospek. Pemasaran langsung memungkinkan pemasar menguji media dan alternatif untuk menemukan pendekatan yang paling efektif dari segi biaya. Pemasaran langsung juga membuat penawaran dan strategi pemasar langsung kurang dapat dilihat oleh pesaing. Pemasar langsung dapat mengukur respon terhadap kampanye dan para pemasar dapat memilih kampanye yang menguntungkan. Contoh pemasar langsung yang berhasil adalah Lands’ End.

3)      Beberapa Masalah Kunci Yang Menentukan Karakter Pemasaran Langsung
Ø Surat Langsung
Adalah media yang terkenal karena memungkinkan selektivitas pasar sasaran dapat disesuaikan dengan konsumen yang dituju, fleksibel dan memungkinkan pengujian dini dan pengujian respon.

Tujuan surat langsung adalah untuk mendapatkan pesanan dari calon pelanggan dan menilai keberhasilan kampanye berdasarkan tingkat respons dari pelanggan. Juga untuk menghasilkan petunjuk dari calon pelanggan, memperkuat hubungan pelanggan, menginformasikan dan mendidik pelanggan, meningkatkan pelanggan tentang penawaran, dan meningkatkan keputusan pembelian pelanggan terbaru.

Pasar sasaran dan prospek “surat langsung” adalah semua kalangan dengan mengindetifikasikan calon pelanggan berdasarkan usia, jenis kelamin, penghasilan, pendidikan, pembelian pesanan surat sebelumnya dan kejadian. Contoh surat langsung yaitu dapat berupa surat, selebaran, brosur dan lain-lain. Telkomsel merupakan salah satu perusahaan  besar yang menggunakan pemasaran surat langsung.

Ø Pemasaran Katalog
Dalam pemasaran katalog, perusahaan dapat mengirimkan barang lini penuh, katalog konsumen khusus dan konsumen bisnis. Biasanya dalam bentuk cetak tetapi dapat juga berbentuk CD, video atau online. Contoh Oriflem dan Shopi Martin.

Ø Telemarketing
Adalah pemasaran yang menggunakan telpon dan pusat panggilan untuk menarik prospek. Juga kepada pelanggan yang sudah ada dan menyediakan layanan dengan mengambil pesanan dan menjawab pertanyaan melalui telepon. Telemarketing membantu perusahaan dalam meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya penjualan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Contoh Prudential.

4)      Masalah Publik dan Etika dalam Pemasaran Langsung
Pemasar langsung dan pelanggannya biasanya memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Meskipun demikian adapula sisi negatifnya, yaitu :
Ø  Kejengkelan
Banyak orang yang tidak menyukai tawaran pemasaran langsung yang melibatkan penjualan paksa.
Ø  Ketidakadilan
Beberapa pemasar langsung memanfaatkan pembeli yang impulsif (kurang mengerti) atau mengekploitasi orang yang rentan, terutama orang lanjut usia.
Ø  Penipuan dan Pemalsuan
Beberapa pemasar langsung merancang surat dan menulis teks yang dimaksudkan untuk menipu.
Ø  Serangan Terhadap Privasi
Pemasar langsung kerap kali mengganggu waktu dimana para pelanggan sedang tidak ingin diganggu.
B.       Pemasaran Interaktif 

1)      Pengertian Pemasaran Interaktif
Pemasaran interaktif menjelaskan keahlian karyawan dalam menangani hubungan pelanggan. Dalam pemasaran jasa, mutu pelayanan ditentukan oleh yang melakukan pelayanan. Konsumen yang menikmati jasa dan menilai mutu jasa tidak saja dari sudut pandang mutu teknisnya, tapi juga didasarkan atas mutu fungsionalnya. Contoh: interaksi antara pelanggan dalam hal ini para wali murid dengan para karyawan (guru dan staff) dan juga dengan pemimpin organisasi (kepala sekolah).
Diharapkan setiap sumber daya manusiawi organisasi yang loyal, bermotivasi tinggi, dan diberdayakan (empowered) dapat memberikan Total Quality Service kepada setiap pelanggan dan calon pelanggan. Bila ini terealisasi, maka pelanggan yang puas akan menjalin hubungan berkesinambungan dengan personil dan organisasi yang bersangkutan, dan bahkan bisa menjadi sarana dan media pemasaran organisasi. Sehingga dapat dimaksudkan tujuan dari pemasaran interaktif yaitu untuk memikat dan memelihara konsumen yang akan menjadi rekan bisnis dalam penciptaan, pembelian dan pengembangan produk dan layanan.
Konsumen tidak hanya sebagai peserta pasif yang menerima iklan sebelum membeli, melainkan konsumen diharapkan proaktif dan interaktif dalam pemasaran. Proses pemasaran interaktif meliputi 2 metode yaitu,Push dan Pull Marketing. Maksudnya adalah bahan pemasaran disajikan pada layar komputer konsumen menggunakan teknologi Push dan Pull MarketingPull Marketing menyerahkan sepenuhnya kepada konsumen yang membutuhkan informasi, baik melalui internet atau Web menggunakan Web browser; untuk mencari, membaca atau download informasi dari situs Web perusahaan. Sedangkan Push Marketing lebih menggantungkan pada Software Web Broadcasters atau Net Broadcasters, seperti: PointCast, BackWeb, dan Castanet.


2)      Karakteristik Pemasaran Interaktif
Karakterisktik pesan pemasaran langsung dan interaktif :
Ø  Penyesuaian : Pesan dapat disiapkan untuk menarik individu yang dibidik.
Ø  Terkini : Pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat.
Ø  Interaktif : Pesan dapat diubah tergantung pada respons seseorang.

3)      Media Pemasaran Interaktif
Media atau alat dalam pemasaran interaktif antara lain yakni :
Ø  Situs Web.
Ø  Situs mikro.
Ø  Iklan pencari.
Ø  Iklan tampilan.
Ø  Iklan antara, iklan dan video khusus internet.
Ø  Pemberian sponsor.
Ø  Aliansi internet.
Ø  Komunitas online, e-mail, dan pemasaran mobile.
4)      Keunggulan pemasaran interaktif adalah sebagai berikut : (Kotler)

Ø  Perusahaan dapat mengirimkan pesan khusus yang melibatkan konsumen dengan mencerminkan minat dan perilaku khusus mereka.
Ø  Internet dapat diandalkan dan pengaruhnya dapat ditelusuri dengan mudah.
Ø  Pengiklan dapat mengukur respon dengan segera dengan memerhatikan berapa banyak pengunjung berbeda yang mengklik laman atau iklan, berapa lama mereka menghabiskan waktu, dan kemana mereka pergi setelah itu.
Ø  Menempatkan iklan berdasarkan kata kunci dimesin pencari, ketika masyarakat benar-benar memulai proses pembelian.
Ø  Sangat efektif untuk menjangkau masyarakat sepanjang hari.
Ø  Sebagian besar pengguna media online adalah pelanggan berpendapatan tinggi dan pendidikan tinggi melebihi televisi.

Ada beberapa hal yang perlu dan penting untuk diperhatikan dalam pemasaran interaktif atau dalam hal ini ialah pemasaran dengan metode online menggunakan website. Hal yang perlu diingat ialah bahwa tetap perlu ada komponen stratejik yang tercantum di dalamnya, karena tak lain ini masih merupakan bagian dari strategi pemasaran sang perusahaan.

Berikut ialah beberapa alasan mengapa tetap diperlukan strategi pemasaran interaktif mendukung kondisi bisnis sebuah perusahaan:
§  Pemasaran interaktif merupakan strategi yang secara detail menangani hal-hal spesifik untuk mendukung strategi pemasaran secara umumnya.
§  Pemasaran merupakan bagian dari investasi, termasuk di dalamnya sebuah pemasaran interaktif melalui sebuah website.
§  Investasi pemasaran interaktif juga bisa dirasakan melalui update-nya suatu situs
§  Website ialah media komunikasi atau saluran komunikasi yang menghubungkan perusahaan dengan situasi penjualan secara signifikan.

Kemudian, ada pula beberapa level dalam pengembangan suatu website. Level ini seperti merupakan tahapan yang dilalui perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran interaktifnya. Mereka ialah sebagaimana yang tersebut di bawah ini:
v  Level 0. Tidak ada website, atau belum ada website.
v  Level 1. Perusahaan mendaftarkan dirinya dalam sebuah direktori online seperti Yello Pages (www.yell.co.uk) sehingga ketika seseorang melakukan pencarian di sana, nama perusahaan tersebut akan muncul. Dalam tahap ini, perusahaan masih belum memiliki website sendiri.
v  Level 2. Perusahaan membuat sebuah situs statis yang menampilkan informasi-informasi mengenai usahanya dan produknya. Dengan kata lain sebuah brochureware, atau perangkat brosur online, tidak ada bedanya dengan brosur konvensional. Masih belum ada interaksi signifikan, namun, karena biayanya yang murah, banyak dipakai perusahaan berada dalam tahapan ini.
v  Level 3. Perusahaan sudah memiliki website yang cukup interaktif, dengan bisa memasukkan kotak pencarian, melihat harga dan ketentuan lainnya, serta tersedianya e-mail untuk keperluan kontak.
v  Level 4. Website perusahaan yang tingkat interaktifnya sudah naik, dengan memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk terlibat sebagai member, dan bisa melakukan transaksi jual-beli secara online di sana.
v  Level 5. Interaktivitas website suatu perusahaan sudah pada tahap puncak, segala bentuk pemasaran hadir di sana.

C.      Berita dari Mulut ke Mulut 

1)      Pengertian Berita Dari Mulut ke Mulut
Berbagai bisnis selalu menjadi konsentrasi para pengusaha. Dari mulai pemasaran bisnis yang membutuhkan biaya cukup besar, sampai strategi pemasaran tradisional yang tidak membutuhkan biaya pun menjadi alternatif mereka untuk mengenalkan produknya kepada para konsumen.
Berita dari mulur ke mulut dalah salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif dan banyak digunakan oleh para pengusaha yaitu strategi pemasaran “word of mouth” atau pemasaran dari mulut ke mulut. Walaupun dianggap sebagai strategi pemasaran tradisional, namun cara ini cukup ampuh untuk meyakinkan para konsumen. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa 68% konsumen yang membeli produk, adalah orang yang mendapatkan informasi dari konsumen lain melalui penyebaran berita dari mulut ke mulut..
Strategi pemasaran word of mouth memang tidak pernah dilupakan oleh para pelaku bisnis. Karena pemasaran ini memberikan banyak kemudahan dalam membantu memasarkan sebuah produk atau jasa. Dengan kekuatan rekomendasi pribadi dari rekan maupun orang terdekat, ternyata dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk.
Tak heran jika dengan adanya pemasaran dari mulut ke mulut, dapat meningkatkan penjualan sampai dua kali lipat. Selain itu pemasaran dari mulut ke mulut juga tidak membutuhkan biaya, bisa dibilang ini adalah strategi pemasaran gratis yang sangat efektif. Terlebih lagi masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan suka bersosialisasi dan berkumpul hanya untuk sekedar berbagi cerita, sehingga kesempatan untuk menyebarluaskan informasi sebuah produk atau jasa yang sering mereka gunakan sangat terbuka lebar. Hal ini akan menguntungkan para pengusaha, sebab dengan adanya word of mouth akan memunculkan loyalitas pelanggan terhadap produk Anda. Dalam menjalankan strategi pemasaran dari mulut ke mulut.

2)      Beberapa Cara Dalam Penyampaian Berita dari Mulut ke Mulut
Anda dapat menggunakan beberapa cara, antara lain sebagai berikut :
Ø  Lakukan pemasaran kepada orang yang paling berpengaruh dalam satu komunitas, mengetahui tentang perkembangan produk terbaru, serta senang berbagi cerita kepada rekan atau kerabatnya mengenai hal-hal yang mereka ketahui. Sehingga semakin banyak orang yang mengetahui informasi mengenai bisnis Anda dan menyebarluaskan informasi tersebut kepada konsumen lain.
Ø  Memberikan pelayanan yang terbaik bagi setiap konsumen.
Ø  Konsumen yang memperoleh kepuasan dari sebuah produk atau jasa, secara tidak langsung akan menginformasikan kelebihan produk atau jasa tersebut kepada orang lain. Sehingga kepercayaan mereka terhadap suatu produk akan meningkat, karena adanya rekomendasi dari teman atau kerabatnya.
Ø  Buatlah usaha yang unik dan menarik, dengan demikian menarik para pencari berita untuk meliput usaha Anda.
Ø  Dengan adanya liputan dari berbagai media, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menyebarkan sebuah informasi. Sehingga pemasaran dari mulut ke mulut pun semakin meluas, karena masyarakat cenderung menyukai berita.
Ø  Namun disamping memberikan banyak keuntungan, pemasaran dari mulut ke mulut juga menjadi bom waktu bagi perusahaan yang tidak menjaga kualitas produknya. Karena masyarakat akan menyebarluaskan segala berita, baik kelebihan produk maupun kekurangan produk. Apabila ada konsumen yang kecewa dengan produk Anda, maka bukan mustahil lagi jika konsumen tersebut akan mengabarkan hal buruk tersebut kepada rekan dan kerabatnya. Oleh karena itu, tingkatkan terus kualitas produk yang Anda tawarkan dan biarkan konsumen yang membantu pemasaran bisnis Anda.

D.      Mengelola Tenaga Penjualan 
Setelah berhasil mendesign, membuat tujuan, strategi, dan perencanaan terhadap tenaga penjualan, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah mengelola tenaga penjualan.
Mengelola tenaga penjualan berarti melakukan proses pengelolaan dimulai dari tahap rekrutmen sampai tahap akhir yaitu mengevaluasi performa dari tenaga penjualan itu sendiri.
1)      Bagan Pengelolaan Tenaga Penjualan


1.    Merekrut dan memilih perwakilan penjualan
Sebuah survei membuktikan bahwa 27% wiraniaga menghasilkan lebih dari 52% penjualan. Disamping itu tingkat perputaran wiraniaga hampir di semua industri berkisar rata-rata 20%.
Untuk itu maka perusahaan harus membuat kriteria untuk wiraniaga yang dibutuhkan, setelah itu merekrut wiraniaga melalui berbagai media, lalu dilanjutkan dengan proses wawancara hingga ke proses akhir menentukan siapa saja yang lulus.
2.    Melatih perwakilan penjualan
Untuk zaman saat ini perusahaan menginginkan wiraniaga yang mempunyai pengetahuan yang dalam, menambah ide untuk meningkatkan cara kerja pelanggan, efisien dan dapat diandalkan.
Hal ini menyebabkan perusahaan harus berinvestasi lebih jauh untuk wiraniaga mereka dengan melakukan berbagai pelatihan dan pengembangan terhadap karyawan mereka. Menurut penelitian untuk menghasilkan wiraniaga yang matang dan efektif 27% butuh waktu 3-6 bulan, 38% butuh waktu 6-12 bulan, dan 28% lainnya butuh waktu lebih dari 12 bulan.
3.    Mengawasi perwakilan penjualan
Beberapa perusahaan melakukan supervisi terhadap wiraniaga mereka, untuk mengukur kinerja dan keefektifitasan.
Melakukan supervisi di satu sisi ini memiliki beberapa keunggulan karena dapat memotivasi agen-agen untuk lebih giat memasarkan produk. Agen akan mendapatkan komisi dari total penjualan yang mereka hasilkan tetapi juga dari penjualan orang yang mereka rekrut. Contoh perusahaan yang memakai sistem supervisi ini adalah Avon, SaraaLee, Virgin, AOL, dan lainnya.
4.    Kaidah untuk kunjungan pelanggan
o   kaidah untuk kunjungan calon.
o   menggunakan waktu penjualan dengan efesien.
o   memotivasi perwakilan penjualan.
o   kuota penjualan.

5. Mengevaluasi perwakilan penjualan.
o    sumber informasi
o    Evaluasi formal


2)    Evaluasi Tenaga Penjualan
Dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja wiraniaga, maka manajer penjualan dapat menilai dalam beberapa indikator kunci seperti :
a.    Rata-rata jumlah kunjungan per wiraniaga perhari
b.    Rata-rata waktu kunjungan penjualan per kontak
c.    Rata-rata pendapatan per kunjungan penjualan
d.   Rata-rata biaya per kunjungan penjualan
e.    Biaya hiburan per kunjungan penjualan
f.     Persentase pesanan per ratusan kunjungan per penjualan
g.    Jumlah pelanggan baru per periode
h.    Jumlah pelanggan yang hilang per periode
i.      Biaya wiraniaga sebagai persentase total penjualan

Salah satu cara dalam melakukan pendekatan dalam mengevaluasi tenaga penjualan adalah dengan membandingkan kinerja saat ini dengan kinerja masa lalu.
Dalam laporan penjualan, manajer penjualan dapat memahami tren apa yang terjadi di saat ini dan masa lalu, dan menghubungkannya dengan kinerja wirananiaga.
Keefektifan suatu penjualan bisa jadi berhubungan langsung atau tidak dengan wiraniaga. Bisa jadi kesuksesan karena buruknya pelayanan wiraniaga pesaing, produk wiraniaga yang lebih baik, atau karena pelanggan mengganti produk karena tidak menyukai wiraniaga pesaing.
Setidaknya ada dua hal yang mempengaruhi yaitu faktor internal seperti : usaha, kemampuan, dan strategi. Sedangkan faktor eksternal yaitu seperti : tugas dan keberuntungan.


E.       Merancang Tenaga Penjualan
Kita mendefinisikan manajemen armada penjual (sales force management) sebagai analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian atas aktivitas armada penjual. Di sini mencakup hal merancang strategi dan struktur armada penjual, dan merekrut, menyeleksi, melatih, memberi kompensasi, melakukan supervisi, dan mengevaluasi armada penjual perusahaan.
1)      Rencana Awal Merancang Tenaga Penjualan
Biasanya penetapan area distribusi secara keseluruhan sudah diberitahukan dan ditulis dalam perjanjian kerjasama antara distributor. Untuk itu dalam penetapan area distribusi, yang harus diketahui adalah area distribusi sesuai perjanjian dan sesuai penetapan yang diberikan oleh Setelah itu langkah selanjutnya adalah mulai memetidakan area disrtibusi tersebut berdasarkan outlet, geografis yang ada, volume pembelian (jika ada), dan cara-cara penanganan outlet. Hal ini akan diuraikan pada bagian berikut:
a)      Berdasarkan Tipe Outlet (Tradisional dan Modern Market ).
Penetapan area distribusi berdasarkan tipe outlet ini dilakukan dengan cara memilih outlet yang ada. Kini sudah diketahui bahwa dalam saluran distribusi terdapat outlet tradisional yang terdiri dari grosir, semi grosir, dan retailer. Tipe outlet modern terdiri dari minimarket, supermarket, hypermarket, dan institusi. Perencanaan outlet di sini harus mencakup seluruh kemampuan daya beli tipe outlet dan daya beli konsumen yang analisanya dapat diperoleh dari pemilik toko. Oleh sebab itu, perlu dipelajari tipe outlet beserta kemampuan, kelebihan, dankekurangan bila dihubungkan dengan aktivitas penjualan.
b)      Berdasarkan Geografis.
Rencana penetapan area distribusi berdasarkan geografis ini juga dilakukan banyak perusahaan. Pertimbangan-pertimbangan yang muncul biasanya bersangkut paut dengan biaya yang harus dikeluarkan, efektivitas tenaga penjualan dalammengelola area distribusi, jarak tempuh, dan keefektifan.
2)      Merancang Strategi Dan Struktur Armada Penjual
Manajer pemasaran dihadapkan pada beberapa pertanyaan mengenai strategi dan rancangan armada penjual. Bagaimana sebaiknya struktur para penjual dan tugas mereka? Seberapa besarnya armada penjual yang diperlukan? Apakah tenaga penjual sebaiknya menjual sendiri atau bekerja dalam tim dengan orang lain dalam perusahaan? Apakah mereka harus menjual di lapangan atau lewat telepon?.
a)      Manajemen Armada Penjual
Analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian aktivitas tenaga penjual. Termasuk disini merancang strategi dan struktur armada penjual; dan merekrut, menyeleksi, melatih, memberi kompensasi, melakukan supervisi, dan mengevaluasi tenaga penjual perusahaan.
b)      Struktur Armada Penjual
Sebuah perusahaan dapat membagi tanggung jawab penjualan menurut beberapa lini. Keputusannya sederhana bila perusahaan hanya menjual satu lini produk ke satu industri yang pelanggannya berada di banyak lokasi. Dalam hal itu perusahaan akan menggunakan struktur armada penjual teritorial. Akan tetapi, bila perusahaan menjual banyak produk ke berbagai tipe pelanggan, mungkin diperlukan struktur armada penjual produk, struktur armada penjual pelanggan, atau kombinasi keduanya.
c)      Struktur Armada Penjual Teritorial
Organisasi armada penjual yang menugaskan setiap wiraniaga suatu teritori geografi eksklusif yang pada teritorinya dia menjual seluruh lini produk atau jasa perusahaan.
Organisasi penjualan teritori sering kali didukung oleh banyak tingkatan posisi manajemen penjualan. Misalnya, Campbell Soup baru-baru ini beralih dari struktur armada penjual produk menjadi teritori, yang pada teritorinya setiap wiraniaga sekarang harus menjual seluruh produk Campbell Soup. Tingkat terbawah dalam organisasi itu adalah sales merchandiser yang melapor kepada sales representative, yang melapor kepada retail supervisor, yang melapor kepada directors ofretailsales operation, yang melapor kepada satu dari dua puluh dua regional sales manager. Regional sales manager melapor kepada satu dari empat general sales manager (Barat, Tengah, Selatan, dan Timur), yang melapor kepada vice-president and general sales manager.
d)     Struktur Armada Penjual   
Organisasi armada penjual yang mengatur tenaga penjual hanya menjual sebagian produk atau lini perusahaan. Akan tetapi, struktur produk dapat menimbulkan masalah bila satu pelanggan yang besar membeli berbagai produk. Misalnya, Baxter International, perusahaan pemasok rumah sakit, mempunyai beberapa divisi produk, masing-masing mempunyai armada penjual sendiri. Beberapa tenaga penjual Baxter mungkin mengunjungi satu rumah sakit pada hari yang sama. Ini berarti bahwa tenaga penjual itu menempuh rute yang sama dan menunggu untuk bertemu dengan petugas pembelian yang sama. Biaya ekstra ini harus sebanding dengan manfaat dari pengetahuan produk yang lebih baik dan perhatian pada produk secara individual.
e)      Struktur Armada Penjual Pelanggan
Organisasi armada penjual yang mengatur tenaga penjual agar hanya menjual kepada pelanggan atau lini industri tertentu.
3)      Melatih Para Penjual
Program pelatihan dianggap mewah. Bagi banyak perusahaan, program pelatihan diterjemahkan meniadai pengeluaran besar untuk pelatih, material, ruang, dan gaji bagi seseorang yang belum menjual apa-apa, dan kehilangan peluang menjual selama orang tersebut tidak berada di lapangan.
Akan tetapi, dewasa ini tenaga penjual baru mungkin menghabiskan waktu antara beberapa minggu atau bulan sampai setahun atau lebih dalam pelatihan. Tenaga penjual baru di Norton Company, pabrik ampelas industri, harus mengikuti pelatihan selama 12 bulan. Program pelatihan mempunyai beberapa sasaran.Tenaga penjual harus tahu dan merasa bagian perusahaan. Mereka harus tahu produk perusahaan, harus mengetahui karakteristik pelanggan dan pesaing dan mengenai berbagai tipe pelanggan serta kebutuhan masing-masing, motif pembelian, clan kebiasaan membeli. Tenaga penjual harus mengetahui prosedur di lapangan dan tanggung jawab. Mereka belajar tentang cara membagi waktu antara pelanggan yang aktif dan potensial serta cara menggunakan biaya, membuat laporan, dan menyampaikan komunikasi secara efektif.
4)      Kompensasi Tenaga Penjual
Untuk menarik tenaga penjual, perusahaan harus mempunyai rancangan kompensasi yang menggiurkan. Rancangan ini amat bervariasi menurut industri dan menurut perusahaan dalam industri yang sama. Tingkat kompensasi harus dekat dengan “tarif umum” untuk tipe pekerjaan penjualan dan keterampilan yang dibutuhkan. Kompensasi terdiri dari manajemen elemen jumlah tetap, jumlah bervariasi, pengeluaran, dan tunjangan. Jumlah yang tetap, biasanya gaji, memberikan wiraniaga sedikit pendapatan tetap. Jumlah yang bervariasi, mungkin disebut komisi atau bonus berdasarkan pada kinerja penjualan, memberi penghargaan kepada wiraniaga yang berusaha lebih keras.
Rancangan kompensasi armada penjual dapat dirancang untuk memotivasi tenaga penjual dan mengarahkan aktivitas mereka. Misalnya, bila manajemen penjualan ingin tenaga penjual memberi penekanan pada pengembangan pelanggan baru, perusahaan dapat memberi bonus kalau berhasil mendapatkan pelanggan baru. Jadi, rancangan kompensasi harus mengarahkan armada penjual pada aktivitas yang konsisten dengan tujuan pemasaran secara keseluruhan. Insentif tambahan didasarkan pada pembelian pelanggan yang sudah ada atau kepuasan pelanggan.
5)      Menyelia Tenaga Penjual
Tenaga penjual baru memerlukan lebih dari sekadar teritori, kompensasi, dan pelatihan-mereka mem­butuhkan penyeliaan. Lewat penyeliaan, perusahaan mengarahkan dan memotivasi armada penjual untuk bekerja lebih baik, sebagai berikut :
a)      Mengembangkan Target Pelanggan dan Norma Kunjungan
Sebagian besar perusahaan membuat klasifikasi pelanggan berdasarkan pada volume penjualan, laba, dan potensi pertumbuhan, dan kernudian berdasarkan itu menetapkan norma kunjungan.
b)      Menggunakan Waktu Penjualan secara Efisien
Tenaga penjual harus mengetahui bagaimana menggunakan waktu secara efisien. Salah satu alat adalah rencana kunjungan tahunan yang menunjukkan pelanggan dan calon mana yang harus dikunjungi di bulan apa dan aktivitas apa yang harus dilakukan.
c)      Memotivasi Tenaga Penjual
Ada tenaga penjual yang akan bekerja sangat baik tanpa dorongan khusus dari manajemen. Bagi mereka, menjual mungkin merupakan pekerjaan,yang paling menarik di dunia. Tenaga penjual sering bekerja sendiri, dan mereka kadang-kadang harus bepergian jauh dari rumah. Mereka menghadapi tenaga penjual pesaing yang agresif dan pelanggan yang sulit. Mereka kadang-kadang tidak mempunyai wewenang untuk melakukan sesuatu yang perlu untuk memenangkan persaingan dan mungkin kehilangan kesempatan memperoleh pesanan besar yang sudah mereka perjuangkan. Oleh karena itu, tenaga penjual sering memerlukan dorongan khusus untuk berusaha sebaik-baiknya. Manajemen dapat meningkatkan semangat kerja dan kinerja armada penjual lewat iklim organisasi, kuota penjualan, dan insentif positif.
6)      Evaluasi Kualitatif Tenaga Penjual
Evaluasi kualitatif biasanya meneliti pengetahuan wiraniaga mengenai perusahaan, produk, pelanggan, pesaing, teritori, dan tugas. Sifat-sifat pribadi-sikap, penam­pilan, cara berbicara, dan temperamen dapat dinilai. Manajer penjualan juga dapat meninjau kalau ada masalah dalam motivasi atau pelaksanaan pekerjaan. Setiap perusahaan harus memutuskan apa yang paling berharga untuk diketahui. Perusahaan harus menyampaikan kriteria ini kepada tenaga penjual sehingga mereka mengetahui bagaimana kinerja mereka dievaluasi dan dapat berusaha untuk mem­perbaikinya.
7)      Langkah-Langkah Dalam Proses Penjualan
Kebanyakan program pelatihan memandang proses penjualan itu terdiri dari beberapa langkah yang harus dikuasai wiraniaga. Fokus dari langkah-langkah ini terletak pada mendapatkan pelanggan baru dan memperoleh pesanan dari mereka. Akan tetapi, kebanyakan tenaga penjual menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memelihara pelanggan yang sudah ada dan membina hubungan pelanggan jangka panjang. Proses penjualan adalah :.
a)      Memilih Prospek dan Menilai
Langkah pertama dalam proses penjualan adalah memilih prospek (prespecting) mencari siapa yang dapat masuk sebagai pelanggan potensial. Tenaga penjual sering harus mendekati banyak calon hanya untuk mendapatkan sedikit pesanan. Walaupun perusahaan  mensuplai arah dan petunjuk, tenaga penjual perlu terampil untuk menemukan sendiri. Mereka dapat meminta pelanggan saat ini memberikan nama calon. Mereka dapat menyusun sumber acuan, seperti pemasok, agen, tenaga penjual yang tidak bersaing langsung, dan bankir.
Tenaga penjual perlu mengetahui cara menilai prospek (qualify)-artinya, cara mengenali calon yang baik dan menyisihkan yang jelek. Prospek dapat dinilai dengan meneliti kemampuan keuangan, volume bisnis, kebutuhan spesial, lokasi, dan kernungkinan untuk tumbuh.


b)      Prapendekatan
Sebelum mengunjungi seorang calon, tenaga penjual sebaiknya mempelajari sebanyak mungkin mengenai organisasi (apa yang dibutuhkan, siapa yang terlibat dalam pembelian) dan pembelinya (karakteristik dan gaya membeli). Wiraniaga sebaiknya menetapkan tujuan kunjungan (call objective), yang mungkin untuk menilai calon, mengumpulkan informasi, atau membuat penjualan langsung. Tugas yang lain adalah memutuskan pendekatan terbaik, yang mungkin berupa kunjungan pribadi, telepon, atau sepucuk surat. Waktu terbaik harus dipertimbangkan dengan cermat karena banyak calon yang amat sibuk pada jam-jam tertentu. Akhirnya, tenaga penjual sebaiknya memikirkan strategi penjualan secara keseluruhan untuk pelanggan tertentu.
c)      Pendekatan
Dalam langkah pendekatan (approach), wiraniaga sebaiknya mengetahui caranya bertemu dan menyapa pembeli serta menjalin hubungan menjadi awal yang baik.
d)     Presentasi dan Demonstrasi
Presentasi penjualan dapat diperbaiki dengan alat bantu demonstrasi, seperti buku kecil, flip chart, slide, pita video atau videodisc, dan sampel produk. Bila pembeli dapat melihat atau menangani produk, mereka akan lebih ingat sifat-sifat dan manfaatnya.
a)      Mengatasi Keberatan
Pelanggan hampir selalu mempunyai keberatan selama presentasi atau ketika diminta untuk memesan. Masalahnya mungkin logis atau psikologis, dan keberatan sering tidak diutarakan. Dalam mengatasi keberatan (handling objective), wiraniaga harus menggunakan pendekatan positif, menggali keberatan tersembunyi, meminta pembeli untuk menjelaskan keberatan, menggunakan keberatan sebagai peluang untuk memberikan informasi lebih banyak, dan mengubah keberatan menjadi alasan untuk membeli. Setiap wiraniaga membutuhkan pelatihan dalam keterampilan mengatasi keberatan.
b)      Menutup
Setelah mengatasi keberatan si calon, tenaga penjual sekarang dapat mencoba untuk menutup  penjualan. Tenaga penjual harus mengetahui cara mengenali tanda-tanda penutupan dari pembeli, termasuk gerakan fisik, komentar, dan pertanyaan. Misalnya, pelanggan mungkin duduk condong ke depan dan mengangguk menyetujui atau menanyakan harga syarat pembayaran kredit. Tenaga penjual dapat menggunakan salah satu dari beberapa teknik menutup. Mereka dapat menanyakan pesanan,meninjau butir-butir persetujuan, menawarkan bantuan mengisi surat pesanan, menanyakan apakah pembeli menginginkan model ini atau yang lain, atau mengingatkan bahwa pembeli akan rugi bila tidak memesan sekarang. Wiraniaga dapat menawarkan alasan khusus kepada pembeli untuk menutup, seperti harga yang lebih rendah atau tambahan barang tanpa menaikkan harga.
a)      Tindak Lanjut
Langkah terakhir dalam proses penjualan-tindak lan1 ut (follow-up)-Perlu bila tenaga penjual ingin memastikan kepuasan pelanggan dan bisnis berulang. Segera sesudah menutup, wiraniaga harus memenuhi segala rincian waktu penyerahan barang, persyaratan pembelian, dan hal-hal yang lain. Wiraniaga harus menjadwalkan kunjungan tindak lanjut sesudah pesanan pertama diterima untuk memastikan adanya pemasangan, instruksi, dan servis produk yang tepat.
Kunjungan ini akan mengungkapkan kalau ada masalah, memastikan pembeli mengenai perhatian wiraniaga, dan mengurangi keprihatinan pembeli yang mungkin sudah timbul sejak penjualan.
F.       Prinsip-prinsip Penjualan Personal 

Penjualan personal sudah dikenal secara lama, bahkan salah satu metode marketing yang cukup tua yang pernah ada.
Saat ini wiraniaga harus mempunyai banyak kemampuan selain insting mereka dalam menjual, tetapi juga mengembangkan analasis mereka dalam menilai pelanggan dan manajemen pelanggan.
1. Profesionalisme
o  Pendekatan pendahuluan.
o  Pendekatan.
o  Presentasi dan peragaan.
o  Mengatasi keberatan.
o  Menutup penjualan.
o  Tindak lanjut dan pemeliharaan.

2. Negosiasi
o  kapan bernegosiasi.
o  merumuskan strategi negosiasi.
Strategi negosiasi adalah komitmen pada pendekatan menyeluruh yang memiliki peluang yang baik untuk mencapai tujuan-tujuan negosiator.
3. Peran Penjualan Personal
Sebagai penghubung antara perusahan dengan pelanggan,penjual personal (wiraniaga) bertugas:
q  Mencari calon pembeli
q  Menetapkan sasaran
q  Berkomunikasi
q  Menjual
q  Melayani
q  Mengumpulkan informasi
q  Mengalokasikan










BAB IV
PENUTUP


4.1    Kimpulan
Kesimpulan yang bisa di ambil dalam  Manajemen Penjualan adalah manajemen penjualan memiliki peran dalam mengadministrasikan fungsi penjualan tatap muka. Peranan administrasi ini mencakup perencanaan, manajemen dan pengendalian program-program penjualan . Penjualan merupakan kegiatan terdepan perusahaan di dalam menghasilkan sesuatu dari proses pertukaran yang trjadi di pasar.proses pertukaran inilah yang di katakan dengan penjualan. . Faktor – faktor yang mempengaruhi penjualan sampai proses dalam penjualan di bahas dalam makalah ini di mana proses adalah strategi penjualan ditetapkan maka untuk selanjutnya maka manajemen tentu harus melaksanakannya dan mengelola pelaksanaan penjualan.

4.2    Saran
Saran dalam Pembahasan makalah tentang Mengelola Komunikasi Pribadi : Pemasaran langsung danPemasaran Interaktif, Berita dari Mulut ke Mulut dan Penjualan Personal adalah dalam melakukan Kegiatan Manajemen Penjualan apa  yang harus di lakukan seorang tenaga kerja dan Manajer  harus di rencanakan secara matang terlebih dahulu jadi bisa memprediksi kemungkinan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Untuk memperbaiki suatu perusahaan menjadi berkembang dan maju.








DAFTAR PUSTAKA

1.        Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran Jilid 2, Penerbit Erlangga, hal 239

Monday, 5 May 2014

Dilabrak Artis..

Dilabrak Artis,

Nama ku Kia, Di sudut sarang semut ku, aku terdiam menikmati senja dengan semangkuk bakso yang baru saja dibelikan oleh bibi ku.

Hari ini tak seperti biasanya, selain karena berkumpulnya keluarga besar dari ayah ku pun karena aku mendapat berita yang sangat membahagiakan. Yaitu teman dekat ku yang akan segera melangsungkan pernikahannya tahun ini. Tepatnya tanggal 22 juni 2014. Tanpa sadar aku telah bekaca-kaca karena bahagia. Satu orang lagi teman ku telah menyempurnakan imannya. Dengan menikah yang mengubah segala yang haram menjadi amal ibadah dan melipat gandakan pahalanya. Hingga malam tiba aku tetap haru biru, ku sebarkan berita bahagia itu keseluruh teman ku. Hingga akhirnya aku larut dalam tidur ku.

Drrrrtttt....ddddrrrrrrrttttttt.................

Aku terjaga karena getaran handphone tepat di punggung ku. handphone yang tak sengaja tertindih oleh ku itu membuat ku terbangun. Dengan penuh rasa malas aku menyingkirkannya dari punggung ku. Ada satu pesan begitu aku melirik layarnya. Masih dengan berjuta rasa malas itu aku membuka pesan itu.

DEG !!!!

 Jantung ku berdetak kian cepat. Pesan itu? ada apa ini? apakah ini nyata? Kembali ku baca berkali-kali. Sampai aku mengerti dan memahami bahwa semua ini bukan mimpi. Tapi pesan itu berasal dari nomor “Madya”. Aku tak percaya bila ia mengirim pesan seperti itu pada ku. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku semakin panik. Tubuh ku gemertar, wajah ku mulai memarah panas. Aku bangkit dari tidur ku mencari apapun yang menunjukan waktu saat ini. Dan 23.45 WIB, gak mungkin !! aku kenal baik Madya, dia sahabat ku dan tak mungkin ia mengirim pesan seperti ini pada ku. kembali ku layangkan pandangan ku pada pesan itu. Benar !!! pesan itu berasal dari nomor Madya tapi tidak dengan gaya tulisannya. 

Terus ku baca, ku ulangi satu persatu tiap huruf yang menyusun kata itu. Apa mungkin kekasihnya? Benar kekasihnya ! aku tahu tentang kepergiannya ke suatu tempat di Magelang malam ini. Dan aku tahu ia melewati Jogja, dan Jogja adalah kota di mana kekasihnya tinggal. Tapi mengapa? Apa kekasihnya tidak tahu siapa aku? Bukahkan beberapa bulan lalu Madya mengatakan bahwa kekasihnya ingin bertemu dengan ku? lalu mengapa seperti ini? Tanpa sadar air mata ku telah menjelajahi pipi ku dengan ganasnya. Aku malu, apa yang telah aku perbuat? Ini bukan soal cemburu atau cari perhatian dan sejenisnya tapi ini soal harga diri. Dengan dipenuhi emosi aku segera membalas pesan itu,

“Entah Madya atau Artis itu yang sms kaya tadi, yang jelas ente tau yang terbaik buat ente. Mulai hari ini jangan pernah cari ane lagi dan mulai detik ini no ente gak ada lagi di hp ane lagi”

Aku masih tak percaya, begitukah? Seperti itukah Madya menganggap ku? Bukan kah ia sudah tahu tentang Hp ku yang memang kerap kali membuat ku salah kirim? Tak hanya padanya, sungguh aku memang kerap salah kirim pesan pada semua teman ku. Jika memang itu mengganggu mengapa tidak mengatakannya pada ku? bukankah sudah ku jelaskan dengan gamblang. Aku semakin larut dalam kemarahan. Marah karena malu dan tak percaya akan kalimat itu. Tak lama pesan balasan sudah ku terima. Bukan mereda tapi emosi ku semakin membara. Aku marah, apa-apaan ini? aku di hina? Jelas sudah ini sebuah penghinaan yang menginjak tandas harga diri ku. Tapi rasa tak percaya terus menyelubungi kepala ku. Apakah itu Madya?
Karena tak kuasa menahan rasa penasaran, aku menghubungi via telp nomor Madya yang lain. Dan tak lama mengunggu panggilan ku sudah terjawab. Aku terdiam, menunggu suara di sebrang sana. Dan...

“Halo..”

Perempuan? Jam segini? Dari nomor Madya? Aku tak percaya. Suara itu benar-benar suara perempuan. Jadi benar malam ini Madya bersama kekasihnya yang juga artis itu. Dan benar dugaan ku bukan Madya yang mengirim pesan itu. Tapi mengapa ia tak membela aku atau sekedar menjelaskan siapa aku dan mengapa. Aku yakin kekasihnya tak mungkin bicara sekasar itu pada ku jika ia tak menceritakan sesuatu. Ada yang salah, jelas sudah salah. Tapi mengapa? Mengapa begitu? Ini bukan kali pertama aku mendengar hal-hal aneh  yang Madya ceritakan. Tentang Yolanda, tapi dulu aku lebih memilih mempercayai Madya dari semua yang dikatakan Yolanda tentang Madya. Masih diselubungi emosi, kembali ku balas pesan itu..

“Cukup tau ajah Mad ane, dan ane bukan orang goblog dan tolol yang masih punya pikiran kalau lo cowok baik-baik yang jam segini masih sama artis itu. Cari halal lewat cara Haram itu jelas salah. Dan ente tau itu”

Bagai ditampar dengan godam, sakitnya tak terkira. Bagaimana mungkin wanita itu berpikir seperti itu tentang ku. Tak lama ia kembali membalas pesan ku. Tanpa pikir panjang segera ku balas pesan itu..

“Mana yang katanya gak mau nyakitin ane lagi hah?”

Dan jadilah malam ini malam tersuram yang harus ku lalui. Aku gamang, aku kecewa, mengapa dia yang selalu ku anggap lebih baik dari siapapun seperti itu pada ku. Aku kembali teringat dua minggu lalu, malam di hari pergantiannya bertambah umur. Ia meminta maaf atas segala kebodohannya yang tak menyadari perasaan ku dan ia menyesal lalu berjanji akan lebih baik. Tapi ini? ini bukan hanya menyakiti ku. Tapi juga menginjak harga diri ku.
*****
Keesokan harinya, seperti biasa aku berangkat ke kantor. Meski gamang masih membelenggu ku tapi aku harus tetap menjalani hari ku. Dan seperti biasa selalu dunia maya yang pertama kali ku sapa. Sejak aku memutuskan untuk menjaga jarak dengan dumay itu aku hanya selalu mengintipnya tiap kali ada kesempatan di kantor. Dan lagi-lagi mata ku terpaku pada sebuah tweet. Apa-apaan ini? lagi dan lagi air mata ku kembali terjatuh. Tweet itu bagaikan sebuah pedang yang menyayat tiap senti tubuh ku. Jadi benar? Madya bercerita tentang ku dan menertawakan ku? aku tak habis pikir. Madya adalah sahabat ku, apakah semua itu sebuah kebanggaan? Apa dengan menghina dan menertawakan ku membuatnya merasa pantas untuk diperjuangkan dan bahagia?

Aku memang mencintainya, tapi aku tak pernah berusaha mengungkapkan apalagi memilikinya. Aku hanya mengurung cinta ini dalam hati ku sendiri. Bila aku mau pun sudah ku katakan sejak dulu jauh sebelum Madya mengenal artis itu. Aku semakin kecewa, tidak kah ia tahu aku bertahan selama ini hanya demi silaturahim yang sudah terjalin bertahun-tahuan? Tak jarang terpikir untuk pergi, tapi tiap kali aku ingin pergi saat itu juga aku teringat akan ukhuwah di antara aku dan Madya. Sulit untuk mencari seorang sahabat, tapi tak demikian dengan kekasih. Aku semakin membencinya. Begitukan ia? Menjatuhkan ku untuk kejayaannya? Dan lagi-lagi aku tak menyalahkan wanita itu. Aku hanya menyesalkan, apa dia tak membayangkan bagaimana hancurnya hati ku saat digilas seperti itu? sungguh aku kecewa. Padahal sebulan lalu aku sudah membela artis itu. Saat ku tahu Madya yang katanya “selingkuh” dengan teman baik ku, aku meminta dia untuk memilih. “Bila ada yang belum selesai dengan Yusi, selesaikan dulu. jangan libatkan lebih banyak orang lagi. karena ane tahu sakit hati itu gak enak” Karena aku tak ingin lebih banyak orang yang sakit hati. Terlebih artis itu orang baru dalam hidupnya.

Setelah meeting dengan client di kantor pusat The Harvest usai aku segera menuju bank BCA yang terletak di jl. Tendean. Disela waktu peristirahatan, aku mengirimkan pesan singkat untuk meredakan gamang dan amarah yang masih terpendam di benak ku. menggigil aku mengirim pesan itu, tak kuasa tapi sungguh itulah kemarahan ku.

Seharusnya sejak dulu gue pergi dari hidup lo, sesaksian Listy dan Yusi tentang apa yang lo lakuin sama mereka itu udah cukup. Benci gue sama lo. Lo jahat. Gue emang cinta sama lo tapi gue gak ngejar. Gue lebih ngehargain hubungan gue sama temen-temen dari persaan gue. Puas lo ngetawain gue? Seneng? MUNAFIK !!! semoga Allah cepet bukain pintu hidayah buat lo. Aamiin”

Kasar? Iya!!  Aku marah, belum pernah aku merasa semarah ini. Seluruh tubuhku memanas, aku kecewa. Aku tak dapat mengontrol emosi ini sungguh aku marah. Sekarang untuk apa lagi aku menutup-nutup perasaan ini? dan aku menyayangkan aku harus mengakuinya saat aku sudah mengikhlaskan dia. Tapi setelah kejadian ini, semua itu hilang. Aku membencinya lebih dari apapun.

Semua photonya, baik itu di lapti mau sendiri atau dengan yang lain ku hapus. Photo yang tertempel dibingkai pun ku bakar. Hanya satu yang harus ku lakukan, mengembalikan buku yang dapat mengingatkan ku padanya.

Aku masih tak mengerti, mengapa hingga malam ini pun aku masih tak bisa mengontrol emosi ku? mengapa aku masih begitu marah? Sungguh aku tak habis pikir. Dan begitu saja jari jemari ku kembali mengetik kata demi kata kasar yang ku kirimkan pada Madya. Tapi apa yang terjadi, ia tak membela ku. Ia menyalahkan ku, memojokan ku, lalu benar semua itu? sudah berapa lama dia mengenal ku? tidak kah ia berpikir tentang sebab musabab mengapa aku sampai semarah ini? mengapa aku sekasar ini? mengapa aku seperti ini? pernah kah aku marah padanya? ia telah dibutakan cintanya. Meski aku mengerti, sama halnya saat aku jatuh cinta padanya, semua keburukan yang orang-orang katakan tak benar bagi ku tapi aku tetap tak terima bila ia membuang ku begitu saja. Aku dihina, aku dimaki-maki kekasihnya ia tak membela ku?

Sudah cukup, segera ku hapus air mata ku. Kini telah lapang hati ku. Aku mengerti, betapa Allah telah menunjukan segalanya pada ku. Tentang siapa yang pantas, berhak untuk dicinta dan dibela. Sebelum terlampat dan semakin larut Allah telah memperingatkan ku.

“Yaudah kalau ente lebih milih dia, gak apa-apa. Mungkin emang udah saatnya ukhuwah kita berakhir. Ane pamit, Wassalamu a’laikum”

Aku yakin, seorang ikhwan yang baik tak hanya mempelajari ilmu Allah hanya sekedar untuk dipahami dan diketahui. Tapi juga diamalkan, dan mencontohkannya pada orang banyak.

Dan sebaris kalimat “Mencari yang Halal dengan cara yang Haram” sangat jauh dari kata bijak. Apakah ada cara yang benar untuk melakukan kesalahan? Coba bayangkan, ada dua tumpukan uang. Yang pertama bernilai seribu rupiah dan yang kedua seratus ribu rupiah. Nilainya memang sangat berbeda, lebih tinggi nilai yang seratus ribu rupiah. Tapi bagaimana dengan cara untuk meraihnya? Bila yang pertama itu didapatkan dengan kerja keras dan yang kedua dengan mencuri. Tentu lebih mulia yang pertama karena halalnya. Padahal hanya cara untuk mendapatkannya yang berbeda dengan hasil yang sama. Tapi sekali lagi, ini hanya dari sudut pandang ku saja. Seorang hamba yang doif dan jauh dari kata sempurna.

Tenang, aku segera mengakhiri gamang ku. Ku raih air wudhu dan menunaikan sholat isya. Hati ku tenang, aku tak lagi gamang. Meski wanita itu masih mengirim pesan yang menghina dan menertawakan ku. aku tak masalah, aku baik-baik saja. Bila aku kembali terpancing, apa bedanya aku dengan wanita itu? dan sekali lagi aku mohon maaf pada kalian atas kata-kata “Elo-gue” kasar ku.

Dan ini akan menjadi cerita menarik untuk anak-cucu ku nanti..ahahah udah kebayang bagaimana serunya aku bercerita..

“Dek dulu bunda pernah loh dilabrak Artis, keren kan? Seenggaknya walau gak punya temen yang jadi artis tapi sudah pernah merasakan labrakannya” :D *LOL*
                                                                                                                                               



                                                                                                                                                                  -KIA-

Friday, 2 May 2014

Arti Sebuah Nama

#fiktif belaka just have fun :D



Arti Sebuah Nama…

Pipi itulah namaku. Aneh ?, yah memang aneh, akupun merasakanya. Pipi bukan nama yang enak diucapkan sebagai nama panggilan untuk seorang wanita, Pipi lebih  cocok sebagai nama anggota tubuh. Aku pernah complain kepada orang tuaku atas namaku yang begitu rancu. Tetapi jawaban mereka hanya sederatan kata yang yang sangat basi menurut ku, sedangkan bagi mereka mengandung makna mendalam yang mampu mengubah segalanya “atas nama cinta”. Bagi mereka kata “pipi” yang sekarang menjadi namaku sangat bermakna.  Karena kata”pipi” merupakan perpaduan antara nama ayahku Pio dan ibuku Opi. Emang sih gabungan nama mereka Cuma berefek “pipi”, tapi hanya karenahal seperti itu mereka tega memberi nama anaknya dengan kata aneh tak bermakna itu. Padahal nama sangat penting, karena dapat mempengaruhi kepribadian, penampilan, dan aura kecantikan. Pantas saja aku hanya seorang Pipi yang belum pernah punya pacar selamatujuh belas tahun hidup di dunia.
Berbeda dengan teman sebangku ku Jelita. Ia selalu cantik jelita dimana pun ia berada. Percaya atau enggak hampir seluruh cowok di sekolah ku jatuh cinta padanya. Termasuk si blasteran Radit. Anehnya tak satupun diantara cowok-cowok keren itu mampu memikat hati jelita. Padahal setiap hari laci mejanya selalu penuh dengan puisi-puisi cinta yang menyanjung keindahan dirinya. Bahkan, tak jarang ada yang memberinya cincin berlian yang harganya “wah” banget. Tapi tetap aja dia gak tertarik, baginya cowok-cowok keren itu hanyalah selingan penghilang kejenuhan.
Piiooot!!!!....
Begitu mereka memanggilku, bagi mereka ketimbang “Pipi” yang bikin lidah pegal-pegal kalau mengucapkannya. Lebih baik Piot kata lucu yang membuat orang tertawa bila mendengarnya. Sebenarnya tak masalah bagi ku mereka memanggil ku dengan sebutan apa saja, tapi terkadang aku merasa risih bila melihat anak-anak kecil yang mendengar nama panggilanku. Mereka langsung lari ketakutan, katanya sih Pipiot itu nama seorang penyihir jahat dalam cerita negri dongeng yang selalu mengganggu tokoh-tokoh idola mereka. Lagi-lgi persoalan nama…
 Penah suatu hari sepulang sekolah, untuk pertama kalinya ada seorang cowok (walaupun gak ganteng-ganteng amat) menghampiriku.
“Sendiri aja?” ia  memulai pembicaraan, dan aku hanya membalasnya dengan senyuman.
“Mau kemana?” ia kembali bertanya.
“Pu..pulang.” jawabku gugup. Karena emangdeg-degan banget, jadilah sebuah obrolan panjang yang lumayan bagus untuk awal sebuah pendekatan. Setelah lama berbincang-bincang ia menyadari kalau kami belum berkenalan. Dengan tampang yang dirancang biar tampak imut , ia bertanya.
“By the way, bolehkah ku tau namamu ?”
“Namaku Pipi.” Jawabku tingan.
“Hah? Apa? Pipi?” ia mengulangi perkataan ku penuh tanya.
“Iyah Pipi, pe-ii-pe-ii”
“Huuuaaahahahahahhhhh…kenapa gak idung aja sekalian ?” ia tertawa mendengar namaku.
Tak lama kemuadian ia meninggalkan ku sambil tak henti-henti menertawakanku. Jangan-jangan ia ill feel mendengar namaku. Oh god !!, pantas saja aku belum pernah punya pacar. Bagaimana mau punya pacar mendengar namaku saja  mereka langsung tertawa, setelah itu pasti mereka berfikir aku adalah wanita paling aneh di dunia. Jangankan pacaran temenan aja ogah. Itu lah bukti betapa malangnya diriku hanya karena sebuah nama.
Makanya aku sempat berfikir bagaimana caranya mendapatkan seorang pacar tanpa harus mengubah takdirku yang mempunyai nama Pipi. Setelah seharian berfikir keras, aku mendapatkan ide bagus yang lumayan gila. Karena itu tanpa berfikir aku mengambil ponselku dan menggoyangkan jari jemariku.
Aku adalah milik mu…
Aku selalu bersama mu…
Aku ada dimana kamu ada…
Aku sangat dekat dengan ku…
Tapi kamu tak dapat melihatku…
Bila kau tau siapa namaku…
 Maka aku akan jadi pacar mu…
Sebuah teka-teki yang menunjukan dengan jelas siapa namaku. Aku yakin seorang cowok yang dapat menjawab teka-teki ku, bukan seorang cowok yang selalu berfikiran dangkal. Dan aku yakin pasti cowok it mau menerima ku tanpa peduli siapa namaku. Maka ku kirim teka-teki itu ke daftar nomor gak jelas hasil rekayasa ku. Setelah ku rasa pulsa ku mulai tiris, ku hentikan jari jemariku dan duduk santai di depan rumahku sambil menunggu respon dari nomor-nomor yang menjadi daftar dalam ide gilaku.
Hihihiiihihihiii….
Tak lama menunggu ponselku telah berdering nyaring. Dengan digelayuti rasa penasaran segera ku lirik siapa yang membuat ponsel tak henti mengeluarkan suara nyaringnya. Nomor tak dikenal, aku terkejut setengah mati setelah melihat semua pesan dalam inbox ponselku. Karena aku mendapat pesan dari seorang wanita yang cemburu mengetahui suaminya mendpat sms teka-tekiku.
Begitupun seterusnya hampir semua pesan singkat dalam inbox ponselku hanya berisikan sumpah serapah dan mengira aku seorang wanita nakal yang haus akan belaian seorang pria. Idih…amit-amit deh ! karena kejadian itu aku tak mau lagi mencari cowok dalam dunia maya. Dan sekarang aku hanya bisa pasrah dalam takdir hidup ku. Dari otak ku yang pas-pasan, penampilan ku yang gak menarik, sampai punya orang tua yang lebih aneh dari mr, Bean.



***** 


Pagi ini..
Seperti biasa aku dan Jelita sedang sibuk memphoto copy tgas teman ku Rasya. Karena sudah tak diragukan lagi semua tugas yang dikerjain dia pasti dapat nilai seratus. Karena itu pagi ini tak hanya ku dan Jelita yang sibuk memphoto copy tapi seluruh penghuni kelas XII IPA 1 sibuk memphoto copy tugasnya. Ya….bisa dibilang Rasya lah satu-satunya produsen dikelasku dan yang lainnya Cuma konsumen yang tinggal terima jadi.
“Selamat pagi.” Pasha memasuki ruang kelas.
Serentak kegiatan copy mengopy terpaksa harus dihentikan. Dengan mulut menganga pasrah aku menutup buku tulis ku. Soalnya Pasha alias pak Syamsul ini guru yang kler abis, siapapun yang melanggar aturannya bakalan habis-habisan sampe kapok. Suasana kelas pun ku rasakan semakin genting. Tak seorangpun berbisik, bergerak bahkanmengedip.
Namun, suana yang begitu rancu itu berakhir dengan suara histeris kaum hawa begitu melihat seorang pria membuntuti kehadiran Pasha. Charming! Mataku tak mampu untuk mengedip. Di a lebih keren dari si blasteran Radit, kulitnya putih, tinggi, wajahnya bukan cuma ngartis tapi bisa dibilang Nicolas sama Marchel mah lewat. Hingga Jelita yang biasanya selalu cuek dengan cowok sekeren apapun kini terdiam sambil terus memandangi pria itu.
“Pagi..” Sapanya lembut.
“Pagi….”
Pria itu tersenyum, terlihat olehku dua buah lesung pipit yang bersemayam diatas kedua pipinya.
“Anak-anak tolong dengerkan !” teriak Pasha membuyarkan lamunan ku. Otomatis seluruh penghuni kelas diam membisu.
“Bapak akan pergi ke Singapore untuk mewakili sekolah dalam pekan matematika, jadi pak Yayanglah yang akan menggantikan selama bapak pergi.”jelas Pasha sambil berlalu dari kelas. Aku dan Jelita saling tukar pandang seolah tak percaya cowok secharming dia itu guru pengganti. Ku lihat Jelita tampak kecewa dengan hal itu.
“Koq guru yach ?” gumam Jelita.
“Iya, padahalkan keren banget.”
Ku lihat teman-teman wanita ku mulai dari si Lina yang kacamatanya segede baskom sampai Jelita cewek cantik nan jelita, tak henti-henti memangdang sosok pria yang tengah berjalan menuju kursi guru itu.
“Sudah tau nama saya?” tanya pria itu.
“Belum…” teriak seluruh seluruh penghuni kelas XII IPA 1 bersamaan. Ia pun segera mengambil spidol dan menuliskan namanya diatas white board.


_Yayang Prasetyo_

“Kalian bisa panggil saya Yayang.”
“Owh…pak Yayang.” Jelas Jelita mencoba mengingat.
“Bukan bapak, cukup Yayang saja.” Jelasnya tersipu.
“Kenapa ? guru kok gak mau dipanggil bapak?” Selidik Ivant mendengar pernyataan pak Yayang yang sangat mencurigakan itu.
“Soalnya saya sama dengan kalian, sama-sama belajar.” Jelasnya singkat dengan senyum begitu menawan di wajanya.
“Emang umur pak Yayang eh…Ayang berapa?” tanya Jelita dengan suara selembut sutra, biasa jurus jitu seorang cewek untuk tebar pesona.
“Mmm…sembilan belas tahun,”jawabnya singkat malu-malu.
Hari ini aku dan teman-teman seperguruan ku terbebas dari pelajaran matematika yang bikin kepala muter ngalor-ngidul. Karena itu hati kecil ku beraterima kasih banget karena kehadiran guru charming itu, aku selmat dari hukuman Pasha karena belum ngerjain pr. Selain itu guru baru itu charming banget kayanya ini awal yang baik untuk ku memperbaiki nilai matematika ku yang selalu dapat nilai delapan nyengir itu. Tak lama berlalu bel pun berbunyi pertanda waktu yang ku nantikan telah tiba, walaupun tak ada satupun cowok yang ngelirik aku tapi kalau punya temen cewek cantik nan jelita, aku selalu kecepretan rezeki. Kalau gak ditraktir bakso super dasyat mak kantin, syomai goyang ngebor atau batagor balap karung.
Dan kali ini aku ditraktir bakso super pedas mak kantin dan segelas jus avocado, mm…… aku memakannya dengan lahap.
“Hallo..” seruku menanggapi ponselku yang tak henti berdering.
“…….”
“Siapa sih lo?” tanyaku sembari menahan rasa pedas di mulutku.
Nut….nut…nut…
“Sialan !” gerutuku sambil melanjutkan santap siangku.
“Ada apa sih ?” tanya Jelita menyadari kemarahanku.
“Nothing.”jawabku sambil terus menggenggam ponselku.
“Paling Cuma orang iseng.”


*****


Yayang prasetyo guru pengganti super charming itu bener-bener laris, baru kemarin masuk di kelas ku dan sekarang sudah menjadi buah bibir SMA Teratai Putih.  Bahkan bu Wiji yang sudah mengapdikan diri sebagai guru selama empat puluh tahunpun masih tetsp gencsr gosipin guru charming itu. Kalau aku boleh jujur akupun ngefens_kagum_ kepadanya Cuma aku harus tetap memenjarakan hatiku. Karena bisa dibilang tak ada cinta yang pantas untuk seorang macam aku. Dan aku tahu pasti akhirnya hati ku yang hancur lebur. Jika hati ku lolos dari penjara dan mencintai guru pengganti itu, aku tak akan mempunyai kekuatan untuk bersaing dengan cewek-cewek cantik macam Jelita.
“Itu kan guru baru itu..”
Fikirku melihat guru pengganti itu berjalan dengan cepat menujukelas ku, what??? KELAS KU????. Oh my god, aku lupa sekarang adalah hari keramat untuk kelasku, yaitu hari kamis karena dihari kamis pelajaran matematika mendapat jadwal paling awal. Segera aku kerahkan seluruh tenagaku untuk berlari melewati lorong dan sebuah kantin agar bisa secepat mungkin sampai di kelasku. Sejenak ku hentikan langkah mengatur nafas. Ku lirik keadaan di dalam kelas melalui celah-celah kecil kunci pada gagang pintu. Terlihat oleh ku mr. Charming memanggil nama mereka satu persatu. Ku pejamkan mataku dan ku tarik nafas dalam-dalam, dengan perasaan yang campur aduk aku membuka pintu.
Krekekh……(dagdigdug,dagdigdug,dagdigdug )
Semua mata tertuju pada ku termasuk mr. Charming itu, jantung ku berdetak semakin cepat, tubuhku bergetar dan perlahan ku rasakan butiran keringat dingin mengalir dengan deras diatas tubuhku.
“Silakan masuk !” perintahnya tanpa menatapku. Dengan perasaan tak menentu ku lenggangkan kaki ku menuju bangku kosong disebelah Jelita.
“Eh, mau kemana kamu?” tanya mr. Charming itu,
“Mm….mau duduk pak.”jawabku singkat.
“Siapa yang memsilahkan kamu untuk duduk ? sini dulu saya mau beri kamu hukuman.” Jelasnya sambil menghampiriku dan menarik lengan pendek baju seragamku. Entah mengapa aku sangat tak berdaya dan mengikuti perintahnya untuk berdiri di tengah pandangan teman-teman ku.
“Sebagai hukumannya kamu harus menyanyikan sebuah lagu.”  Jelasnya.
Dan tak dielakan lagi tawa ledekan teman-teman ku pun meledak dalam ruangan kelasku. Dengan sengaja ku tundukan pandanganku karena bisa dipastikan wajahku merah padam menahan malu.
“Eh mengapa kamu menunduk ?” tanya mr. Charming itu sambil menghentakan daguku ke atas dengan sebuah buku.
“Nama kamu siapa ?” tambahnya sambil terus memandangiku dengan pandangan pembunuh.
“Mm…m…mm…” aku ragu untuk mengucapkan kata menyebalkan itu, bila ku ucapkan aku yakin semuanya akan menjadi berantakan.
“Kok diem ? siapa nama kamu ?” ulangnya semakin geram.
“Pipi.” Jawab ku.
“Ada apa dengan pipi kamu ?”
“Nama saya Pipi, bukan ada sesuatu dengan pipi saya, PUAS!!!!” jelasku ketus, kini tak ku jamin mataku mampu menahan genangan air  di mataku.
“O…nama kamu Pipi.” Mr. Charming itu berputar-putar mengelilingiku sambil menutup kedua matanya seolah berusaha memikirkan sesuatu. MENYEBALKAN.
“Sekarang kamu tidak perlu menyanyi, tapi nanti usai pelajaran saya kamu harus ke ruangan saya dan kamu rapikan buku-buku yang berserakan disana.” Jelas mr. Charming itu dan berlalu menuju kursinya. Tanpa ragu lansung ku langkahkan kakiku menuju tempat duduk ku yang tak jauh dari tempat ku berdiri. Sejenak ku terhanyut dalam lamunanku, ku rasakan mr Charming itu tak terkejut mendengar namaku. Baru kali ini kata keramat itu tak berimbas sial untuk ku. Walaupun demikian tetap saja aku menderita mendapat nama aneh seperti itu.


***** 


Jelita makin aneh aja ! kerjaannya melamun mulu, senyam-senyum sendiri dan yang bikin aku tambah aneh nilai matematikanya yang biasanya bebek itu sekarang jadi angka enam jungkir balik. Keren kan ? sementara aku tak ada perubahan sama sekali, dari dulu delapan nyengir mulu. Padahal perkiraan ku kalau gurunya keren akan ningkatin semangat belajar tapi ternyata itu semua gak ngaruh. Selain itu Jelita juga jadi sensitif banget sama cowok. Dia gak pernah tersentum bila berpapasan dengan cowok, kecuali… yah, itu dia mr. Charming si guru pengganti itu. Ternyata diantara cowok-cowok keren yang bisa ngeluluhin hati Jelita cuma si Charming.
Setelah melalui puluhan menit di kelas mendengarkan ocehan mr. Charming itu, aku segera pergi menuju ruangannya.
Tok…tok…tok….
“Silahkan masuk.!”
Terdengar oleh ku suara berat seorang pria , dan aku yakin itu adalah suara si empunya ruangan.
“Bersih.”desahku mengamati ruangan itu. Ku lihat mr. Charming duduk disebuah kursi membelakangiku.
“Mana buku-buku yang berserakan ?” bisik ku dalam hati melihat buku-buku yang sudah tertata rapi. Si guru pengganti memutar kursinya menyadari kehadiran ku.
“Aku sudah tau jawabannya.”
“Ja…jawaban ?” aku tak mengerti.
 “Yach..nona teka-teki.”
“………..” aku tetap tak memahami maksud mr. Charming itu.
“Dan bila aku beri tahu jawaban itu, imbalannya masih tetap berlaku kan?” selidiknya.
Sementara aku berusaha membuka file-file yang berada dalam otak ku untuk mencoba mencerna perkataan mr charming itu.  Tak lama kemudian aku melihat ia mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya.
Aku adalah milik mu…
Aku selalu bersama mu…
Aku ada dimana kamu ada…
Aku sangat dekat dengan ku…
Tapi kamu tak dapat melihatku…
Bila kau tau siapa namaku…
 Maka aku akan jadi pacar mu…”

Deg, deg, deg_
Jantungku seakan berhenti berdetak, pesan singkat teka-teki ku itu sampai pada mr. Charming. Seketika mulut ku terasa begitu kelu tak mampu berbicara sedikitpun membayangkan betapa beratnya hukuman yang akan ku dapat.
“Jawaban dari teka-teki itu adalah nama kamu, Pipi.” Jelasnya.
Aku semakin tak berkutik, oh my god ! kenapa harus begini jadinya?. Sekujur tubuh ku kini mulai lemas.
“Berarti sekarang kamu jadi pacar ku.” Desahnya lembut seraya menghampiriku.
“Pa…pa…pacar ?” ulangku tak percaya.
“Koq bpk tau kalau yang kirim sms itu saya.” Tanya ku ragu.
“Soalnya Cuma kamu wanita yang namnya Pipi, sebenarnya saya sudah cari wanita yang namanya Pipi, tapi hasilnya nihil. Jadi saat kamu bilang nama kamu, saya langsung yakin amu adalah wanita dalam teka-teki itu.”
“Tap..”
“Jangan tanyakan caraku memecahkan teka-teki itu.” Sergahnya memotong kata-kata ku.
Ya ampun, aku punya pacar se charming itu, sungguh sulit untuk dipercaya. Ku kira sebuah hukuman double yang akan ku dapat, karena kecentilan ku menyebarkan teka-teki itu.
“Emang gak malu punya pacar namanya Pipi, kata aneh gak bermakna itu ?”
“Apalah arti sebuah nama.”jawabnya tegas.
Aku masih tejebak dalam kebahagian yang tak mampu ku mengerti, untuk membawa seluruh tubuhku pada kesadaran diri. Aku hanya memejamkan mataku, ku rasakan bibirnya menyentuh bibirku.
“KALIAN..?” teriak seorang wanita yang suaranya begitu lekat ditelingaku. Jelita memaku dalam keterkejutannya. Ia memasang wajah tak percaya dan tak berdaya. Sejenak memandang ia langsung berlari menjauh.
Sejenak mr. Charming menatapku dan begitupun aku menatap matanya lekat. Sungguh tak mampu ku bayangkan betapa hancur hati Jelita. Seorang pria yang mampu membuatnya merasakan cinta malah tertngkap basah bermesraan dengan sahabatnya sendiri.
“Oh..my god! Make me be strong please…” bisik hatiku mulai melangkahkan kaki keluar dari ruangan yang menjadi saksi cinta ku dan mr. Charming itu.


*****


Seminggu berlalu, Jelita masih bungkam dan tak berbicara dengan ku. Aku mulai kehabisan cara untuk memulai pembicaraan dan meminta maaf pada Jelita. Aku tak ingin menyakiti hati sahabatku tapi aku pula tak mampu meninggalkan cinta pertama ku.
DRrtt…drrrrrrrttt…..dddddddrrttt…..
Ponsel ku berdering di tengah keputus asaanku, tanpa melihat siempunya asal ku jawab panggilan itu.
“Hallo.” Kata ku parau.
“Piot.?” Tanya suara disebrang.
“Jelita ?” tanya ku terkejut menyadari suara yang khas itu.
“Yeach..” jawabnya singkat.
“Jel gue..”
“Ssst..Piot, Gue jadian sama Radit.” Jelasnya dengan suara yang nampak bahagia.
“Oiia??” tanyaku tak percaya.
“Hu.uh..”
“Loe gak marah soal yayang?”
“Marah ? malah gue mau ngjakin lu double date malem minggu besok.”
“Serius?”
“Serius…” katanya mengakhiri pembicaraan.
Malam minggu pun tiba .
Aku memakai gaun biru atas lutut sementara Yayang tetap dengan gaya cool nya. Kami makan malam di sebuah restoran terkenal di Jakarta. Dibawah siraman cahaya bintang yang begitu mempesona ku berdansa dengan diiringi alunan lagu romantis.
“Gak nyesel ?” bisik ku pada yayang mencoba untuk meyakinka.
“Cinta itu hadir bukan karena nama, jabatan, harta dan semacamnya. Tapi cinta itu hadir karena hati.” Jelasnya sambil berbisik. Ku rebakan kepalaku diatas dadanya, mencoba merasakan getar cinta antara aku dan dia.

_THE END_

Rangkuman Debat Pertama Capres 2024

Anies Baswedan Visi dan Misi 1.        Menempatakan hukum sebagai rujukan utama untuk memastikan hadirnya rasa keadilan memberikan keber...