Sunday, 30 March 2014

#Perilaku Organisasi #1 #SuatuPengantar #TugasPalingMenyenangkan #Dream-and-Masterpiece




Malam ini tanggal 28 Maret 2014, 

Sejak usai sholat isya, dua opsi yang harus ku kerjakan malam ini telah berputar-putar dalam benak ku. Pertama belajar Akuntansi Keuangannya Bu Santi yang mendapat kuliyah jam paling pertama besok atau melanjutkan naskah next  novel project bersama sahabat ku yang kecenya gak ketulungan Andi Muhammad yasin. Entah mengapa begitu ku tolehkan pandangan ku pada buku intermediete yang tebel banget itu, selera membaca ku sirna. Makanya segera ku raih lapti ku dan ku putuskan untuk melanjutkan naskah next novel project.

Belum lama ku goyangkan jari jemari ku di atas tuts, aku teringat pada tugas persentasi mata kuliyah perilaku organisasi. Terlebih beberapa hari lalu teman sekelompok ku, Fajar. Mengatakan bahwa ada pergantian dosen dan tugas yang sudah kami buat ini sia-sia lah sudah. Makanya untuk mengetahui kebenarannya segera ku hubungi mba ku. Okii Musume namanya, orang luar biasa yang memancarkan aura luar biasa. 

Tak lama bercakap melalui sms, mba Okii menghubungi ku via telp. Ia memberitahukan kebenaran akan pergantian dosen itu. Dan ada tugas baru yang harus ku kerjakan. Yakni membuat sebuah rangkuman tentang Mata Kuliyah yang dipelajari pada pertemuan lalu. Dan rangkuman itu harus di post di blog. Tanpa ku sadari senyum ku menyeringai begitu mendengar kata “Blog”. Bagaimana tidak, membaca dan menulis adalah hobi ku. Terlebih diminta untuk bercerita dalam blog tentu itu kesukaan ku dan sudah ku bayangkan betapa menyenangkannya tugas ini.

Karena minggu lalu aku berhalangan hadir, aku tak tau harus seperti apa membuat tugas itu. Makanya sebelum membuat ini di atas tuts, ku sempatkan untuk sedikit mengintip tugas yang sudah mba Okii buat di blog nya. Okii-musume.blogspot.com luar biasa banget. Enggak orang, enggak perkataan apalagi karya tulisnya tetep luar biasa euy..

Dan ada satu hal yang menyita perhatian ku dari kutipan tugas mba Okii. Selain nama dosen baru itu, kata lebih muda itu sangat menarik. Hihihihihi tapi sayangnya ada sebaris kalimat yang menegaskan bahwa dosen baru yang masih muda itu sudah menemukan jodohnya. Mengugurkan angan-angan bisa dapet jodoh dosen ajah. Ahahahahaa kan lumayan guys kalau bisa kuliyah dapat ilmu banyak plus dapet jodoh juga dosen pula. Just kidding ya Pak Seta :D

Oke berbicara tentang mimpi dan tujuan hidup. Semua itu sudah ku gambarkan dengan gamblang dalam sebuah post ku sebelum ini di tahun 2012. Silahkan visit http://senjadimusimsemi.blogspot.com/2012/04/ya-allahinilah-proposal-hidupku.html?m=1 proposal hidup ini ku buat tepat di malam ulang tahun ku yang ke 20 tahun. Dan alhamdulillah beberapa dari dreams project itu sudah terwujud. Tapi masih banyak lagi yang harus di capai. Intinya saya, Fifi Rizky Awaliyah adalah  Masterpiece. 

Tapi baru-baru ini ada mimpi baru yang nongol begitu saja di benak ku. Yakni ingin menjadi istri super luar biasa untuk suami ku. Sebenarnya aku kurang begitu tahu bagaimana caranya untuk menjadi seorang istri yang super luar biasa itu. Hanya bermodal dari berbagai buku, tuntunan syariat agama islam dan curcolnya temen-temen yang udah pada jadi istri. Dan ku simpulkan sendiri saja, cara ku untuk menjadi istri super luar biasa. Yakni akan ku abdikan seluruh hidup ku pada suami ku, sesuai syari’at yang mengatakan surga seorang istri ada pada ridho suami. Dan dengan demikian, telah tercapai juga bakti terhadap orang tua. Tak akan ku biarkan suami ku sampai mengeluh karena kehadiran ku. Dan aku akan membuat keluarga ku hanya mengenal satu sumber air air mata, yakni kebahagiaan. 

Aaaaalaaaahhh...gak kebayang banget bisa ngomong kaya gitu. Gak pernah berkhayal juga, gak pernah ngerasa tua soalnya. Tapi gegara sindirian kecil keluarga besar kalau lagi ngumpul. Jadinya mau gak mau ya sadar juga sama umur. Apalagi seminggu lagi nambah jadi 22. Tapi yasudahlah Allah gak pernah salah dengan ketentuannya. Maha benar Allah atas segala firmannya.

Sekian dari saya. Maaf ya pak Seta postingnya gini ajah gak nyambung banget lagi. Selain karena saya tak hadir di kelas saat pertemuan pertama dengan bapak, pun karena tergesa-gesa. Saya tahu ada tugas baru malam ini. Di mana besok kita sudah bertatap muka di kelas. Sekali lagi saya mohon maaf pak.. sampai ketemu di kelas besok ^_^


Fifi Rizky Awaliyah
Masterpiece
FE.AK Universitas Pancasila
1212215086

Thursday, 20 February 2014

Cinta? = Bulsit


Sambil ngakak dan nangis darah nih ngetik postingan ini, semoga akan jadi yang terakhir yah..


Banyak para laki-laki yang mengatakan cinta pada wanita, tapi sebenernya kalian tau gak sih apa itu cinta?
Jangan-jangan kalian gak pernah tau arti dari cinta itu dan terus terlena dengan setiap kata yang keluar dari mulut laki-laki yang mengatasnamakan cinta?
so ini dia cinta menurut gue,

Cinta emang rasa yang timbul di dalam hati. Cinta pun mengandung banyak hal yang bahkan bisa membuat hal sulit menjadi begitu mudah bila dilakukan dengan cinta. Cinta itu bagai senyawa atau sihir yang ajaib. Tapi cinta yang seperti itu sulit untuk ditemui guys..
Kebanyakan dari kata cinta yang sering diucapkan laki-laki itu hanya bualan belaka, dan hanya sebuah alasan klasik yang menutupi niat yang sebenarnya.. #nahloh?
Terus apadong niatnya para laki-laki itu mengumbar kata cinta?
Gak ada yang tau niat sebenernya itu apa? dan emang sih gak semua laki-laki itu pendusta tapi kebanyakan dari mereka iya..

Mari kita telusuri beberapa alesan mereka dari pengalaman gue dan curhatan temen-temen gue,
1. Pelampiasan

Hal ini merupakan hal yang paling banyak kita temui guys, mulai dari abege banget, abege sedeng ampe abege tua kalau bentuknya laki-laki mereka kerap melakukan hal ini. Alesannya sepele karena cinta sejatinya dikecewakan lalu tersakiti. Dan mereka dengan begitu mudahnya mencari wanita lain untuk dijadikan pelampiasan. Ya..untuk sekedar buat ngilangin bete, buat ngilangin jenuh, sampe buat ngedapetin hal yang gak pernah dia dapetin dari cinta sejatinya. iiiyuuhh banget gak sih?
Biasanya laki-laki macem gini takut dengan komitmen. Selalu mengatasnamakan hubungan mereka dengan ikatan yang biasa dipandang sepele. Seperti : Temen deket, temen tapi mesra, sahabat, sodara dll

2. Iseng-Iseng Berhadiah

Kalau denger kalimat ini rasanya pengen banget nonjok orang itu pake batu granit yang gedenya pake banget di kantor gue. Biasanya laki-laki yang seperti ini belum pernah jatuh cinta dan hanya mencari angin segar. Untuk sekedar gak dibilang gak laku atau ada yang di gandeng waktu kondangan. Nah laki-laki kaya gini yang demen banget ngumbar cinta sana sini. Tapi begitu ditolak dia gak akan kenapa-kenapa dan nganggap belum pernah terjadi apa-apa. Dan kalau wanita itu bersedia, dia juga gak bahagia-bahagia amat. Toh namanya juga iseng-iseng berhadiah. Mau sukur enggak yaudah. Sialan banget gak sih?

3. Nafsu

Najis banget, gue pernah baca beberapa buku tentang karakter laki-laki dan perempuan dalam hal cinta. Inti dari buku itu sendiri adalah tidak ada laki-laki yang jatuh cinta pada seorang wanita kecuali dia menginginkan berhubungan sex dengan wanita tersebut. Dan tidak ada wanita yang ingin berhubungan sex bila dia tidak mencintai laki-laki tersebut. Sialan gak tuh? jadi laki-laki itu nganggap wanita kaya apa? Ya emang sih gak semua begitu, tapi kebanyakan iya. Najisss banget sumpah !!!

4. Ketenaran

Ada banyak laki-laki yang butanya gak ketulungan. Mereka selalu mengatasnamakan cinta, dan mencari wanita tajir, cantik, mulus, kaya model dan artis2 gitu. Allaaaahh gue bingung dah ama yang ini. Bilang cinta padahal cuma pengen diliat keren ama temen-temen dan lingkungannya kalau dia punya misalnya pacar cakep bak artis dan model gitu. Jiirrrr kelaut ajah lu nyet!

Dan masih banyak lagi, alesan-alesan lain yang cuma diketahui oleh makhluk yang bernama laki-laki itu. Sakit gak sih bacanya? jadi selama ini cukup tau ajah dong? karena tau semua itu gue jadi males ama yang namanya pacaran. Emang apasih fungsinya? Apa manfaatnya? kalau emang banyak manfaat dan kebaikannya tentu negara dan agama sudah mengakuinya. Tapi ini? Negara gak mengakui dan Agama apalagi. Gak ada tuh sebutan Buku Pacaran yang disahkan oleh kementrian agama. Dan di agama pun gak ada istilah ijab qobul sebelum pacaran. Itu udah pertanda guys, kalau pacaran itu gak baik. Penuh tipu muslihat, penuh tipu daya dan MAKSIAT. Dan seketika gue putusin buat jodoh gue ada di tangan orang tua gue. Gimana enggak coba, gue gak yakin sama yang nemu di jalan. Toh agama pun udah ngelarang dengan jelas. Banyak dalil yang melarang kegiatan maksiat atas nama cinta itu. Mulai dari hadist sampe firman Allah guys. Dan gue yakin orang tua gak akan milih sesuatu yang akan membahayakan atau sekedar menjerumuskan anaknya ke jalan yang salah. Maka go perjodohan lah gue mah..

Tapi keyakinan itu roboh lagi guys,
Ketika gue kenal dengan seorang pejabat di kantor pajak, gak usah lah gue sebut namanya. Intinya dia itu sama sekali gak keliatan udah nikah dan ampe punya anak dua gitu. Makanya ketika dia mengirim pesan singkat yang rada lebay walau gak diladenin tapi gak ngomel juga guenya. Toh emang udah kebiasan makhluk bernama laki-laki juga kan gombal gembel gak jelas gitu? jadi gue biasa ajah, sampe akhirnya dia sendiri yang keceplosan nyebut kalau dia punya anak. Dan sejak saat itu dia jujur dengan keberadaan istri, anak dan keluarganya. Tapi anehnya dia tetep tuh gombal-gembel. Nah kalau kali ini gue marah. Yailah, gimana coba perasaan lu jadi istri ketika tau suaminya genit sama wanita lain. Mau kasi mobil lah, rumah lah, handphone lah semua hal yang bersifat duniawi? Sakit kan? Iya, karena gue tau itu. Makanya gue marah, gue omelin, gue ceramahin. Gak panteslah dia yang punya tampang masjid selingkuh gitu. Tapi dia tetep ajah ngotot. Walau udah dijauhin, udah di block tapi ada ajah akalnya biar gue dateng ke kantornya. Kaya misalnya ngirim surat ketetapan pajak lah ke kantor gue de el el. Nyebelin gak sih?
setelah gue omongin, ternyata dia bilang gak cinta sama istrinya karena dulunya mereka di jodohin.
What? Jodohin dan gak cinta,  bisa punya anak dua???
ANEH
yaiyalah, makanya gue pikir. Ikatan pernikahan pun gak bisa dijadiin jaminan kalau laki-laki itu serius dan emang cinta. Bisa ajah kaya kasus tadi kan? Iyuuh banget sumpah..
Makanya gue jadi takut dijodohin guys..gue takut dia yang dijodohin gak cinta sama gue dan nanti bakal kaya pejabat pajak itu? oh no...

kalau gue gak takut sama Allah mungkin gue udah nikah sama perempuan,
Atau kalau emang bunuh diri itu halal gue udah bunuh diri dari dulu..
Cuma satu alesan gue sampe bisa berdiri sampe saat ini, karena ALLAH guys..

Meski cinta pertama yang emang baru gue rasain seumur hidup gue ini gak terbales dan rasanya sakit banget. Tapi gue masih berusaha buat tetep tersenyum nyari banyak kesibukan biar gak inget sama kali-laki yang gue panggil pangeran senja itu. Sakit, iya sakit! sedih, jangan ditanya lagi. Bokonya dua pilihan diatas itu bakal gue pilih banget saking gue gak mau ngerasain dan ngejalanin hari-hari gue dengan rasa sakit ini.

Makanya, sekarang gue pasrah.
entahlah apa itu cinta sejati,
Apa itu cinta ..
Yang jelas gue masih berusaha buang rasa cinta gue ke pangeran senja sampai saat ini.
Dan gue gak mau jatuh cinta lagi,
Gak mau, gak akan, TRAUMA gue, cukup !!!
Sampai tiba saatnya di mana Allah mempertemukan gue dengan laki-laki baik pilihanNya buat jadi jodoh gue... Aamiin ya Rabbal a'lamiin
Hiks..jiks..hiksss.ssssssss..................

Thursday, 16 January 2014

Mata Itu #1

Hari itu..

Saat ku langkahkan kaki ku, terdengar sayup-sayup suara memanggil nama ku. Ku hentikan langkah ku, ku dapati ayah ku termangu memandang senja. Yeh senja, gurat merah tenggelam yang mempesona. Aku terpaku, meski masjid yang cukup besar berdiri kokoh di depan rumah ku. Tapi pesona senja tetap memukau mata ku.

"Sayang..." panggil ayah ku parau. Segera ku palingkan pandangan ku pada sosok pria luar biasa di hadapan ku. Lagi-lagi mata sendu itu menghipnotis ku, sungguh mata itu. Mata yang begitu dalam, saksi segala peih dan pahit perjalanan hidup yang dilalui ayah ku.

"Apa pernah punya cita-cita.." ucapnya kemudian. Semakin ku dekatkan diriku, ku sandarkan kepala ku pada ujung-ujung lutut yang mulai renta itu.

"Ingin jadi seorang pejuang islam, berdakwah seperti oyot dan uyut ipi dulu. Keluarga kita memang berdarah seorang pendakwah."

"Apa kan sekarang duka dakwah, itu artinya apa udah berhasil meraih cita-cita" ucap ku, berharap dapat mengusir sendu di matanya. Ayah ku seorang yang tak pernah mengeluh. Selalu mengajarkan kemandirian pada diri ku. Tapi mata itu tak bisa berbohong, bola mata coklat yang terbingkai oleh kelopak yang tegas itu menceritakan semuanya.

"Tapi apa berharap, garis dakwah dalam keluarga kita gak terputus di apa"
"Dan apa liat, kemampuan itu ada di ipi"

DEG..!!!

 "Untuk bisa bermanfaat bagi dunia kan gak harus jadi ustadzah pak" ucap ku.

"Iya, tapi lebih baik lagi kalau sambil syiar dan berdakwah. Gak cuma bermanfaat bagi dunia tapi juga akhirat"
"Banyak ko ustadzah yang kuliyahnya di ekonomi, hukum dan lain-lain"

"Tapi pak." sergah ku.

"Apa gak liat jiwa itu di dede, tapi apa gak maksa. Semua jalan terbentang dan apa cuma kasih saran"

Azan berkumandang dan senja mulai hilang. Ayah ku bangkit dan membelai kepala ku lembut lalu pergi ke masjid. Aku terpaku, "Ustadzah" bukan hal yang mudah. Dan aku masih diselubungi akan bola mata coklat yang sendu itu. Ayah ku telah berharap. Dan baru kali ini ayah ku mengungkapkan keinginannya atas ku. Tapi aku.............

Wednesday, 8 January 2014

"Bila" Karya Rudyard Kipling pada 1909









Bila kau tetap bisa menegakan kepala ketika semua orang di sekitar mu tidak dapat melakukannya dan mereka menyalahkan mu..
Bila kau bisa menaruh kepercayaan pada dirimu ketika semua orang meragukan mu, tapi kau juga memperkenankan keraguan mereka..
Bila kau bisa menunggu dan tidak lelah menunggu,
Atau dibohongi tapi tidak berbohong,
Atau dibenci tapi tidak membenci,
Namun kau tidak tampak terlalu baik, dan berbicara dengan bijak.

Bila kau bisa bermimpi tapi tidak diperbudak mimpi mu,
Bila kau bisa berpikir tapi tidak menjadikan pikiran mu sebagai tujuan mu,
Bila kau bisa menghadapi kemenangan dan bencana
Dan memperlakuka kedua penipu ini setara
Bila kau mampu mendengar kebenaran yang kau ucapkan
Dipelintir oleh para bajingan untuk membuat perangkap bagi orang bodoh
Atau melihat hal-hal yang kau curahkan untuk kehidupan mu menjadi hancur
Dan membungkuk dan membangunya kembali dengan alatalat usang..

Bila kau bisa membuat kemenangan mu menjadi satu tumpukan..
Dan meresikokannya pada sebuah permainan lontaran dan lemparan..
Dan kalah dan memulainya lagi dari awal,
Dan tidak pernah mengatakan sepatah kata pun tentang kekalahan mu..
Bila kau bisa memaksa jantung dan saraf dan urat mu,
Melayani giliran mu jauh setelah semua itu tiada
Dan terus bertahan ketika tidak ada sesuatu dalam diri mu..
Kecuali kamauan yang mengatakan padanya "Bertahanlah !"

Bila kau bisa berbicara dengan kerumunan orang dan mempertahankan kebijakan mu
Atau berjalan dengan para raja dan tidak kehilangan sentuhan umum,
Bila baik musuh maupun teman tidak dapat menyakiti mu..
Bila semua orang berhitung pada mu, tapi tidak terlalu banyak..
Bila kau bisa mengisi menit yang tidak kenal ampun..
Dengan berlari jauh selama enam puluh detik..
Dunia dan isinya akan menjadi milik mu.
Dan lebih dari itu, kau akan menjadi Manusia dewasa, anak ku !



Wednesday, 1 January 2014

Perjalan itu, "Puncak Gede Pangrango"

26 Desember 2013,
Waktu kian berlalu, detik-detik masih enggan untuk sejenak beristirahat dalam peraduan ku. Mereka tetap berlalu menjauh dan meninggalkan ku yang saat itu tengah menunggu sesuatu yang menurutku akan menentukan pergi atau tidak aku dalam petualangan luar biasa bersama mereka yang pula luar biasa. Dalam untaian doa yang teriring jutaan harap, aku terdiam dan masih menunggu hingga akhirnya. Ku putuskan untuk mengambil daypack dan mengencangkan tali sepatu ku. Menuju pondok pesantren Daarul Uluum tercinta untuk memulai petualangan baru ku..

Setelah berkemas aku langsung berangkat menuju terminal kampung rambutan, diantar oleh adik laki-laki ku. Alwi Abdul Aziz namanya. Setelah lama menunggu akhirnya aku tiba di pondok pesantren Daarul Uluum. Redam sudah badai rindu yang mengamuk dalam hati ku, kini pintu gerbang itu berdiri kokoh di hadapan ku. Tak lama menunggu datanglah mereka. Mereka yang akan mengukir sejarah bersama ku dalam sebuah perjalanan panjang menuju puncak gunung gede pangrango. Mereka adalah Choerunnisa, Rhafika Medik, Fikri Aziz, Muhammad Iqbal, Andi Muhammad Yasin, Fikri junior, Abdul rohim, Alip dan Aji.

Malam itu terasa sangat luar biasa untuk ku, angin tak ragu-ragu berhilir mudik membuat ku semakin merapatkan kepalan jari jemari ku. Bintang gemintang terlihat lebih terang, aku benderang. Semakin tak sabar untuk mulai melangkahkan kaki ku.

27 Desember 2013,
Setelah sarapan untuk mengganjal perut kami semua, aku, bolang (Fikri Aziz) dan balunk (M. Iqbal) pergi menuju gedung TNGGP untuk mengurus perizinan simaksi. Setelah menunggu ribuan detik itu berlalu akhirnya nama ketua kelompok kami si bolang di panggil juga oleh recetionist. Aku galau, detak jantung ku semakin cepat berpacu oleh tiap hembusan nafas ku. Teringat akan beberapa persyartan yang terlupa oleh ku. Surat pernyataan dari orang tua dari Alip dan Fikri yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Peluh kian deras membasahi tubuh ku, aku benar-benar khawatir saat ini. Dan benar saja, ketika ku palingkan wajah ku pada bolang yang telah usai berbicara dengan petugas. Masih tak di berikan izin untuk kedua teman kecil ku itu. Meski Balunk yang berperan sebagai kepala rumah tangga telah berbicara dengan tegas tetap petugas itu tak memberikan perizinan untuk kami. Hingga akhirnya kami putuskan untuk menghubungi ibunda Balunk dan Alip untuk bersaksi bahwa beliau telah memberikan izin kepada mereka. Yah..walaupun sebernernya linu hati ku ketika tahu ada seorang pendaki putri yang baru saja meninggal terjangkit hipotermia alias kedinginan. Dan dengan alasan itu pula lah para petugas memperketat perizinan. Untuk meminimalisir resiko terburuk yang akan terjadi. Dan karena itu pula lah, kami tak pula diberi izin. Meski ibunda Balunk  sudah mengikhlas dan ridho akan kepergian anaknya untuk menjejaki puncak gunung gede pangrango.

Waktu terus terus berlalu, berbagai usaha terus kami lakukan untuk mendapatkan izin itu. Mulai dari melobi mang keling, petugas jaga di pos satu sampai pak polisi yang ikut memperketat penjagaan. Tapi apadaya izin masih belum di tangan. Membatalkan perjalanan sungguh tak mungkin, sudah berhari, minggu bahkan bulan kami menantikan perjalanan ini. Memulangkan teman kecil kami pun mana kuat hati ini. Hingga akhirnya Balunk si kepala rumah tangga dengan bijak dan lapang dada berkata "Yaudah kalian pergi ajah, biar gue yang jaga Alip sama Fikri disini". Aku tertegun, meski sudah di katakan seperti itu rasanya tak akan sama. Aku tak beranjak begitupun yang lainnya. Kami seolah tak ikhlas dengan keikhlasan Balunk tapi tak pula redo kalau perjalanan ini dibatalkan. Sungguh sedikit kekeliruan berakibat sangat fatal, aku semakin hanyut dalam sesal ku.

"Udah...udah...ayo semua pergi sekarang, sebelum petugas itu dateng lagi" ucap seseorang. Aku bangkit, entah siapa yang berkata seperti itu. Tapi siapapun itu, adalah sebuah pertanda bahwa usaha kami melobi mang Keling tidak sia-sia. Kami diberi izin masuk meski hanya dengan delapan simaksi. Ukhti vica dan ukhti Nisa menarik nafas panjang. Butiran air mata pun menyembul di sudut bola mata mereka. Aku girang, kekhawatiran ku dan semua hal buruk dalam benak ku hilang sudah. dan kini kembali ku kencangkan tali sepatuku, memulai perjalanan itu.


Hey..sungguh di luar dugaan ku. Gambaran jalan yang rata mulus itu tak ada di sini. Hanya jalan terjal menanjak dan berbatu. Belum sepuluh menit kaki ku berjalan, nafas ku bagai tengah di buru oleh waktu. Lelah menggelayuti tubuh ku, kunang-kunang mulai menyambar pandangan ku. Mungkin akan berbeda bila persiapan fisik ku lebih matang dari ini.

Tapi dengan semangat para pejuang perang badar aku tekatkan niat ku, mulai dari curug ci beurem, telaga biru, dan kandang batu telah berhasil kami lalui. Sebelum melewati kandang batu kami melewati air terjun air panas yang dikelilingi batu-batu kali yang licin dan berlumut. Tentu saja sangat menakutkan dan harus lebih ekstra hati-hati. Sisi kanan jurang sisi kiri terjun air panas. Tapi justru disitu kerennya.Ini dia pic yang kita ambil setelah berasil melewati jurang dan terjun air panas. Merelaxasi kaki dengan merendamnya di aliran sungai air hangat. Ceeeeeeeerrrrrrrsssssssss...

Karena hari mulai larut, kami putuskan untuk camp di Kandang Batu. Lembab, gelap dan dingin itulah suasana yang mendominasi di kandang batu. Pohon-pohon yang tinggi dengan julur yang menjuntai, sesekali suara gagak memperkental aroma mistis sekitar kandang batu. Dan benar saja ketika aku dan iim hendak wudhu untuk menunaikan sholat magrib ada suara-suara aneh yang mengudara. Aku terdiam, tapi hati ku teriak berontak. Ingin segera lari dan mencari tempat ramai yang bisa membuat ku nyaman. Tapi ku urungkan niat ku, terlintas pesan dari beberapa teman yang sudah menjejakan kakinya terlebih dahulu di puncak gede pangrango itu. Mereka bilang apapun yang kita lihat, apapun yang kita rasa dan dengar. Jangan panik, stay calm dan berdo'a. Makanya aku tetap terdiam sambil membaca mantra pesan ayah ku. Ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-falaq dan An-Nas. Untuk mengusir gangguan jin dan melindungi perjalanan kami dengan izin Allah. Tapi tiba-tiba iim menarik ku berlari menjauh dari tempat itu. Ya ampunnn....apa yang akan terjadi bila seperti ini. Tak hanya itu ada pula rekan ku si Balunk yang melihat makhluk bewarna putih. Bikin greeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrhh ajah nih.

Setelah bermalam di kandang batu, keesokan paginya kami kembali memulai perjalanan menuju kandang badak dan puncak gunung. Saat mentari masih sibuk mencari celah untuk bisa menerobos masuk ke dalam jantung hutan. Kami sudah bergerak, cepat dan berpacu. Aku sesak, sungguh nafas ku mulai tersendat. Aku tak percaya bila sesak ini karena astma yang ku derita sejak lahir itu. Karena sudah lama astma ku hilang sembuh total berkat do'a dan usaha orang tua ku dengan izin Allah. Tapi kini sesak kembali menyerang paru-paru ku. Dan baru ku ketahui bahwa pasokan oksigen mulai sedikit. Semakin tinggi semakin menyempit, dan itulah yang menyebabkan langkah ku semakin berat dan kian bertambah berat. Tapi akhirnya kami tiba di kandang badak. Dalam perjalanan menuju kandang badak, kami bersama dengan rombongan lain yang berasal dari lampung. Karena paketu berasal dari lampung sangat mudah untuk kami saling berbaur. Jadilah tim kami bertambah enam orang menjadi 16 orang. Aku tak ingat banyak nama-nama mereka yang masih terlintas hanya seorang pria yang bernama "Yeeayyy!!" dan gadis bernama Reta dan Kiss. Mungkin karena keunikan yang terkandung dalam nama mereka membuat ku mudah untuk mengingatnya.

Misi tinggal sedikit lagi, setelah di kandang badak kita tak perlu membawa banyak bawaan. Hanya membawa diri dan perlengkapan seadaanya. Hanya tinggal beberapa senti lagi kalau dilihat dari peta. Tapi aslinya, bujubuneng... turun bero guys..!! semakin lama semakin menanjak semakin curam semakin menantang dan semakin lelah. Semakin banyak juga para PHP, bilangnya sih "semangat ya pasti bisa bentar lagi ko gak sampe sepuluh menit" aslinya masih 1 jaman lagi. Oooeeemmmjiiii -,- Tapi semangat itu semakin membara, ingin segera menginjakan kaki di puncak gunung gede pangrango. :)
Dan ini dia...








Guysss!!!! Di puncak lah yang menggambarkan betapa kecilnya kita. Sama sekali tak patut kesombongan itu masih bersemayam dalam dada. Dalam pendakian yang TERKUAT bukanlah dia yang bisa tiba dan kembali paling pertama dari yang lainnya, tapi Dia yang mampu menahan gejolak jiwanya untuk segera sampai demi keselamatan rekan-rekannya. Thanks for you all :*

Sunday, 15 December 2013

TwentyTwo Expedisi "Gedepangrango"

Hingga saat ini baru terbentuk satu kelompok expedisi yang akan menyaksikan keindahan alam gedepangrango tanggal 26-12-13 s/d 28-12-13

#Kelompok 1

Ketua     : Fikri Aziz
Member : Andi Muhammad yasin
                Muhammad Iqbal
                Wahyudin
                Abdul
                A no name
                Choerunnisa
                Rhafika Medik
                Fifi Rizky Awaliyah
                Ayu Susilo

Persiapan :

Kelompok :  
✓ Tenda 2bh
✓ Nesting
✓Aqua 1L 1dus
✓ Parapin dan korek api
✓ Makanan Pokok
✓ Minuman pengganti
✓ Kamera
✓ Carrier Bag

Individu :
✓ Alat Sholat
✓ Sepatu
✓ kaus kaki
✓ Sarung + Masker
✓ Pakaian ganti
✓ Jas Hujan
✓ Jaket
✓ Pelastik 2bh (Sampah & Baju kotor)
✓ Sleeping Bag
✓ Matrass
✓ Headlamp/Senter
✓Obat2an Pribadi
✓ Tissu basah
✓ Tissu
✓ Autan
✓ Mie Instan 3bh
✓ Gula jawa
✓ Foto Copy KTP
✓ Dok penting ex : KTP, Dompet dll simpan dlm pelastik 

Tugas Khusu :
1. Fikri Aziz -> Parapin, korek api, kamera, carrier bag, transport.
2. Balunk     -> Aqua 1L satu duz, transport, carrier bag
3. Choerun   -> Nesting
4. Rhafika    -> Energen, suja, kopi, extrajoss, susu, gunting/kater
5. Fifi           -> Dinner

AGENDA  


 # 26 Desember 2013

1. Kumpul at Daarul Uluum                       20.00 WIB
2. Gladiresik                                             20.30 WIB
3. Pengarahan o/ Choerunnisa                   21.00 WIB
4. Sleeping Beauty                                    22.00 WIB

# 27 Desember 2013

1. Sholat Subuh                                        04.00 WIB
2. Masak  o/ Fifi                                       04.15 WIB   
3. Preparing                                              05.00 WIB 
4. Berdo'a trip to Cibodas                        06.00 WIB
5. Izin Simaksi                                          09.00 WIB
6. Daki                                                     11.00 WIB
7. Sholat Dzuhur                                       13.00 WIB
8. Sholat Ashar                                         16.00 WIB
9. Sholat @ Kandang badak                     18.30 WIB
10. Preparing Kemping                             19.00 WIB
11. Sholat isya + Tidur                              20.00 WIB

# 28 Desember 2013 

1. Sholat Tahajud                                     01.00 WIB
2. Preparing                                             01.20 WIB
3. Lanjut daki                                          01.30 WIB
4. Puncak Sunrise      
5. Turun & Pulang
   
                      

Rangkuman Debat Pertama Capres 2024

Anies Baswedan Visi dan Misi 1.        Menempatakan hukum sebagai rujukan utama untuk memastikan hadirnya rasa keadilan memberikan keber...