Saturday, December 6, 2014

PERAMALAN



FORECASTING (Peramalan)









Disusun Oleh :
1.         Dwi Ayu Wulandari                       1212215082
2.         Theofil Pricilia Oktaviani Tibin      1212215085
3.         Fifi Rizky Awaliyah                       1212215086
4.         Gusmaulia                                       1212215060
5.         Serfiana Fasi Fadila                        1212210303


Manajemen Operational
FAKULTAS EKONOMI DAN BINIS
UNIVERSITAS PANCASILA
2014



KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena bimbingan dan penyertaan-Nya, sehingga saya dapat merampung paper (dalam bentuk rangkuman) ini guna memenuhi tugas yang diberikan Dosen pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Universitas Pancasila. 
 
Saya menyadari bahwa tugas ini masih belum sempurna disebabkan karena terbatasnya kemampuan pengetahuan baik teori maupun praktek. Dengan demikian saya mengahrapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna memperbaiki dan menyempurnakan penulisan paper ini.

Kiranya yang Maha Kuasa tetap menyertai kita sekalian, dengan harapan pula agar karya ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.









                           Penulis
Jakarta, 06 Desember 2014



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang

Peramalan merupakan unsur yang penting dalam pengambilan keputusan karena beberapa faktor yang berpengaruh tidak dapat saat keputusan diambil. Peranan peramalan mencakup bebrapa bidang antara pertanian, ekonomi, pertambangan, penduduk, kesehatran dan lain-lain.
Pada umumnya peramalan terdiri dari dua metode kualitatif dan kuantitatif. Metode ini bnayak digunakan dalam mengambil keputusan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan  yang mendesak dan biaya yang relatif tinggi untuk menggunakan metode peraalan yang canggih.

2.1.         Perumusan Masalah

Dengan melihat kompleksitasnya masalah perekonomian terutama yang berkenaan dengan peramalan. Di mana Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki banyak potensi di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi yang selalu menuntut pengambilan keputusan. Sehingga Indonesia mampu bersaing dalam pasar global dengan meningkatkan gairah perekonomian melalui perdagangan dengan peramlan penjualan dan pemasaran yang akurat. 
Berdasarkan masalah-masalah tersebut, maka penulis merumuskan permasalahan dan pembatasan masalah seputar manajemen pemasaran tepatnya dalam mengelola komunikasi pribadi, dengan permasalahan sebagai berikut :

1.        Apa yang dimaksud dengan Peramalan?
2.        Bagaimana melakukan peramalan dengan baik?
3.        Apa yang dimaksud dengan metode- metode peramalan?



BAB II
PEMBAHASAN
FORECASTING (PERAMALAN)


A.    Pengertian Peramalan

Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan, dimana hal ini dilakukan dengan melibatkan pengambilan data di masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis atau bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat subjektif atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi model matematika yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer.
Menurut Gaspersz, 1998. Peramalan merupakan aktivitas fungsi bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan data deret waktu historis. Peramalan menggunakan teknik-teknik peramalan yang bersifat formal maupun informal.

B.     Jenis Peramalan

Organisasi pada umumnya menggunakan tiga jenis peramalan yang utama dalam perencanaan operasi masa depan :
ü  Peramalan ekonomi (economic forecast) menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksikan tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan, dan indikator perencanaan lainnya.
ü  Peramalan teknologi (technological forecast) memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
ü  Peramalan permintaan (demand forecast) adalah proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan.
ü  Kepentingan strategis peramalan.

C.    Metode Peramalan
·       Peramalan berdasarkan jangka waktu
1.      Peramalan jangka pendek
Adalah peramalan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kurang satu tahun, umumnya kurang tiga bulan, digunakan untuk rencana pembelian, penjadwalan kerja, jumlah TK, tingkat produksi.
2.      Peramalan jangka menengah
Adalah peramalan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut, tiga bulan hingga tiga tahun, digunakan untuk perencanaan penjualan, perencanaan dan penganggaran produksi dan menganalisis berbagai rencana operasi.
3.      Peramalan jangka panjang
Adalah peramalan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut, tiga tahun atau lebih, digunakan untuk merencanakan produk baru, penganggaran modal, lokasi fasilitas, atau ekspansi dan penelitian serta pengembangan.
·       Peramalan berdasarkan rencana operasi
1.      Ramalan ekonomi
Membahas siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi dan indikator perencanaan lainnya.
2.      Ramalan teknologi
Berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi dan  produk baru.
3.      Ramalan permintaan
Berkaitan dengan proyeksi permintaan terhadap produk perusahaan. Ramalan ini disebut juga ramalan penjualan, yang mengarahkan produksi, kapasitas dan siatem penjadualan perusahaan.



·       Peramalan berdasarkan pendekatan
1.      Peramalan kuantitatif
Menggunakan berbagai model matematis atau metode statistik dan  data historis dan atau variabel-variabel kausal untuk meramalkan permintaan. Metode Peramalan Kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
Ø  Model seri waktu / metode deret berkala (time series)  metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu. Model ini terbagi menjadi :
§  Rata-rata bergerak (moving averages)
Rata-Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages), bermanfaat jika diasumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil . Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages), apabila ada pola atau trend yang dapat dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada nilai baru.

§  Penghalusan eksponensial (exponential smoothing)
Penghalusan Eksponensial adalah metode peramalan dengan menambahkan parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
3. Proyeksi trend (trend projection)
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.

Ø  Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable). Dan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
§  Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
§  Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
§  Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Metode Peramalan Menggunakan  Regresi

Penggunaan metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil peramalan. Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui kondisi- kondisi seperti :

1.         Adanya informasi masa lalu
2.         Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan)
3.         Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang.

Adapun data- data yang ada dilapangan adalah :
1.         Musiman (Seasonal)
2.         Horizontal (Stationary)
3.         Siklus (Cylikal)
4.         Trend

Dalam menyusun ramalan pada dasarnya ada 2 macam analisis yang dapat digunakan yaitu :
1.    Analisi deret waktu(Time series), merupakan analisis antaravariabel yang dicari dengan variabel waktu
2.    Analisis Cross Section atau sebab akibat (Causal method), merupakan analisis variabel yang dicari dengan variabel bebas atau yang mempengaruhi.

Ada dua pendekatan untuk melakukan peramalan dengan menggunakan analisis deret waktu dengan metode regresi sederhana yaitu :
1.         Analisis deret waktu untuk regresi sederhana linier
2.         Analisis deret untuk regresi sederhana yang non linier

Untuk menjelaskan hubungan kedua metode ini kita gunakan notasi matematis seperti:
Y = F (x)
Dimana :
Y = Dependent variable (variabel yang dicari)
X = Independent variable (variabel yang mempengaruhinya)
Notasi regresi sederhana dengan menggunakan regresi linier (garis lurus) dapat digunakan sebagai berikut :
Y = a + b x
Dimana a dan b adalah merupakan parameter yang harus dicari. Untuk mencari nilai a dapat digunakan dengan menggunakan rumus :

Description: Description: a
kemudian nilai b dapat dicari dengan rumus :
Description: Description: b

2.         Peramalan kualitatif
Menggunakan intuisi, pengalaman pribadi dan berdasarkan pendapat (judment) dari yang melakukan peramalan. Metode kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan danpengalaman seseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan orang lain dapatberbeda. Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :
§  Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
§  Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.
§  Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.

D.    Empat Pola Data Yang Lazim dalam Peramalan

1. Pola Horizontal
Pola ini terjadi bila data berfluktuasi di sekitar rata-ratanya. Produk yang penjualannya tidak meningkat atau menurun selama waktu tertentu termasuk jenis ini. Struktur datanya dapat digambarkan sebagai berikut ini.
Description: Description: C:\Documents and Settings\finance22\My Documents\Unduhan\pola-horizontal.jpg
2. Pola Musiman
Pola musiman terjadi bila nilai data dipengaruhi oleh faktor musiman (misalnya kuartal tahun tertentu, bulanan atau hari-hari pada minggu tertentu). Struktur datanya dapat digambarkan sebagai berikut ini.
Description: Description: C:\Documents and Settings\finance22\My Documents\Unduhan\pola-musiman.jpg
3. Pola Siklis
Pola ini terjadi bila data dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang seperti yang berhubungan dengan siklus bisnis. Struktur datanya dapat digambarkan sebagai berikut.
Description: Description: C:\Documents and Settings\finance22\My Documents\Unduhan\pola-siklis.jpg



4. Pola Trend
Pola Trend terjadi bila ada kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data. Struktur datanya dapat digambarkan sebagai berikut.
Description: Description: C:\Documents and Settings\finance22\My Documents\Unduhan\pola-trend.jpg
Forecasting adalah peramalan atau perkiraan mengenai sesuatu yang belum terjadi. Ramalan yang dilakukan pada umumnya akan berdasarkan data yang terdapat di masa lampau yang dianalisis dengan mengunakan metode-metode tertentu. Forecasting diupayakan dibuat dapat meminimumkan pengaruh ketidakpastian tersebut, dengan kata lainbertujuan mendapatkan ramalanyang bisa meminimumkan kesalahan meramal (forecast error) yang biasanya diukur dengan Mean Absolute Deviation, Absolute Error, dan sebagainya. Peramalan merupakan alat bantu yang sangat penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien (Subagyo, 1986).
Peramalan permintaan memiliki karakteristik tertentu yang berlaku secara umum. Karakteristik ini harus diperhatikan untuk menilai hasil suatu proses peramalan permintaan dan metode peramalan yang digunakan. Karakteristik peramalan yaitu faktor penyebab yang berlaku di masa lalu diasumsikan akan berlaku juga di masa yang akan datang, dan peramalan tak pernah sempurna, permintaan aktual selalu berbeda dengan permintaan yang diramalkan (Baroto, 2002).
Penggunaan berbagai model peramalan akan memberikan nilai ramalan yang berbeda dan derajat dari galat ramalan (forecast error) yang berbeda pula. Seni dalam melakukan peramalan adalah memilih model peramalan terbaik yang mampu mengidentifikasi dan menanggapi pola aktivitas historis dari data. Model-model peramalan dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok utama, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dikelompokkan ke dalam dua kelompok utama, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.
Metode kualitatif ditujukan untuk peramalan terhadap produk baru, pasar baru, proses baru, perubahan sosial dari masyarakat, perubahan teknologi, atau penyesuaian terhadap ramalan-ramalan berdasarkan metode kuantitatif.



























BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
1.      Peramalan merupakan tahapan awal dalam perencanaan sistem operasi produksi.
2.      Model yang paling tepat harus dipilih dalam melakukan peramalan.
3.      Model yang dipilih dapat dibandingkan dengan model yang lain.
3.2  Saran
1.      Lakukan peramalan dengan lebih teliti agar menghasilkan keakuratan
2.      Tinjau kembali aspek-aspek penentu peramalan
3.      Ambilah keputusan dengan bijak




















BAB IV
DAFTAR PUSTAKA








No comments: